KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman: Saya Tidak Ingin Prajurit Saya Menderita

Rabu, 11 Mei 2022 – 17:37 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Foto: Dispenad.

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyatakan tidak ingin melihat prajurit TNI AD menderita. Oleh karena itu, Jenderal Dudung memerintahkan seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) memperhatikan kondisi para prajurit TNI AD. 

"Saya tidak ingin prajurit saya menderita. Saya tidak ingin prajurit saya mengalami kesulitan," kata Jenderal Dudung di Mabesad, Jakarta, Rabu (11/5). 

BACA JUGA: Jenderal Dudung: Kerja Sama TNI AD dan Angkatan Darat Singapura Terjalin Erat

Jenderal bintang empat ini juga memerintahkan seluruh jajarannya melakukan pengecekan apabila ada prajurit maupun anggota keluarga TNI AD menderita sakit dan kesulitan berobat. 

"Saya sampaikan kepada seluruh jajaran, coba dicek. Jangan sampai ada anak buah yang sakit bertahun tidak ada solusinya,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Didampingi 2 Jenderal TNI, Prabowo Sampaikan Ini Kepada Kasad Singapura Lulusan Seskoad

Mantan Panglima Kostrad itu menegaskan TNI AD harus mengambil tindakan tepat dalam rangka membantu prajurit yang kesulitan. “Ini harus ditemukan dan kita harus bisa berbuat," kata Jenderal Dudung. 

Dia meminta seluruh Panglima Kodam (Pangdam) mengecek kondisi semua prajurit TNI AD. Mantan Panglima Kodam Jaya itu mengimbau prajurit yang bertugas di lokasi cukup jauh untuk segera melapor jika ada kesusahan.

BACA JUGA: Joana & Jovalin Selamat, Jenderal Dudung Abdurachman Terharu, Karena Pertolongan Tuhan

"Pangdam, saya minta cari kasus seperti ini. Saya menginginkan seluruh prajurit Angkatan Darat jangan sampai menderita, yang sakit, yang apa pun, cari. Apalagi yang jauh di sana. Jangan sampai prajurit kesulitan, menderita," katanya.

Selain memperhatikan kondisi prajurit TNI AD, Jenderal Dudung juga meminta seluruh jajarannya peka terhadap kesulitan yang menimpa masyarakat.

Terkait perbaikan kondisi prajurit TNI AD, dia merasa terharu dengan keberhasilan operasi pemisahan anak kembar siam, Joana dan Jovalin, yang merupakan anak dari Serda Fredrik Lumowa, personel Kodim 1302/Minahasa.

"Saya sangat terharu bahwa dua tahun lebih anak buah saya menghadapi situasi seperti itu dan akhirnya terkabulkan karena pertolongan Tuhan melalui Panglima Kodam XIII/Merdeka (Mayor Jenderal TNI Alfred Denny Tuejeh), kepala rumah sakit," katanya.

Joana dan Jovalin merupakan anak Lumowa dan istrinya, Marcela Sumakul. 

Jenderal Dudung mengatakan keberhasilan operasi pemisahan kembar siam anak prajurit TNI AD itu menjadi momen paling bahagia dalam hidupnya. "Mungkin hari ini dalam hidup ini adalah yang paling bahagia," ujarnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler