KSPI Serukan Tolak Ahok 'Si Bapak Upah Murah'

Jumat, 30 September 2016 – 05:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama dinilai gagal mensejahterakan buruh di wilayahnya. Pasalnya, selama dua tahun memerintah, pria yang akrab disapa Ahok itu selalu menetapkan upah minimum provinsi jauh dari harapan.

Karena "prestasi" tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memberikan julukan Bapak Upah Murah kepada sang gubernur. KSPI pun meminta buruh ibu kota untuk tidak memilih Ahok di Pilkada DKI 2017 mendatang.

BACA JUGA: Total Perjalanan Jabodetabek 47,5 Juta per Hari, BPTJ: Mayoritas dari Luar Jakarta

"Di Jakarta, dua tahun Ahok menjabat gubernur upah minimum DKI di bawah Karawang dan Bekasi. Apalagi dibandingkan Bangkok dan Manila. Ahok jadi Bapak Upah Murah," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) saat berunjuk rasa di depan Mahkamah Agung, Kamis (29/9).

Selain di depan Gedung MA, ribuan buruh dan pekerja juga menggelar unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Gedung DPR RI. Buruh menyuarakan tuntutan kenaikan upah minimum dan uji ulang kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat miskin.

BACA JUGA: Dispotmar Bentuk Generasi Muda Berkarakter

Dalam aksi tersebut Said menyampaikan bahwa Peraturan Pemerintah No 78/2015 tentang Pengupahan harus dibatalkan. Terutama Pasal 44 yang isinya kenaikan upah minimum ditentukan sepihak oleh pemerintah hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Perlu ada judicial review tentang PP 78/2015," tegasnya. (rmol/dil/jpnn)

BACA JUGA: Dorong Masyakarat Tertib Administrasi, Bhayangkari Buka Posko di Rusun Marunda

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Semua Nelayan Antireklmasi, Ini Buktinya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler