KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN, Presiden dan Menko Airlangga Dorong Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

Kamis, 15 Desember 2022 – 16:10 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menko Airlangga menghadiri KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN. Foto: Dok Kemenkoperekonomian

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN.

Kehadiran presiden memiliki arti penting mengingat Indonesia akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2023 mendatang.

BACA JUGA: Hadapi Tantangan Global 2023, Pemerintah Harus Perkuat Ekonomi Domestik

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya kemitraan ASEAN dan Uni Eropa (UE) yang didasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, harus berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang inklusif. 

Menurut Jokowi, pembangunan yang inklusif dan bernilai tambah akan mendukung ketahan ekonomi dunia yang berkeadilan. 

BACA JUGA: Indonesia E-Commerce Conference 2023 Digelar untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi

Kemitraan yang dijalin antardua organisasi internasional terbesar di dunia ini juga harus membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

Di tengah melemahnya ekonomi global akibat dampak pandemi Covid-19 dan tensi geopolitik, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup baik dibandingkan dengan kawasan lain di dunia, sehingga kerja sama ekonomi tentu akan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar. 

BACA JUGA: G7 Berjanji untuk Bikin Ekonomi Rusia Tambah Sulit

Mengutip survei yang dilakukan oleh EU – ASEAN Business Council pada bulan September 2022 disebutkan bahwa 63 persen responden menyatakan kawasan ASEAN sebagai kawasan yang memberikan peluang ekonomi yang lebih besar, 69 persen responden berharap pasar ASEAN akan menjadi kawasan yang banyak meraup keuntungan secara global, dan 97 persen menginginkan UE untuk mempercepat perundingan FTA dengan negara – negara di kawasan ASEAN.

Indonesia juga mengharapkan dukungan dari Uni Eropa untuk agenda prioritas Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 dengan tema yang diusung “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. 

Agenda prioritas Indonesia pada Keketuaan ASEAN 2023 antara lain recovery-rebuilding, digital transformation, dan sustainability. 

Agenda tersebut juga selaras dengan prioritas Uni Eropa terkait isu konektivitas, ekonomi digital, perubahan iklim, dan transportasi,  ditambah lagi dengan concern Uni Eropa terhadap permasalahan krisis pangan dan krisis keuangan global.

Dalam kesempatan KTT Peringatan ASEAN – UE tersebut, pihak UE telah menyampaikan komitmen untuk memobilisasi dana investasi di kawasan Asia Tenggara sebesar 10 miliar Euro melalui skema “Global Gateway” yang akan difokuskan di sektor energi, transportasi, digitalisasi, pendidikan, dan mendorong trade and sustainable value chains. 

Dukungan UE ini diharapkan akan dapat mendukung upaya transisi energi di Kawasan Asia Tenggara menuju ekonomi hijau dan juga akan membuka peluang ekonomi dan lapangan pekekerjaan yang lebih besar.

KTT ASEAN – UE kali ini dihadiri oleh 7 Kepala Negara dari 9 Negara di kawasan ASEAN yang diundang (kecuali Myanmar), sedangkan dari pihak Uni Eropa dihadiri oleh 22 Kepala Negara dari 27 negara yang bergabung ke dalam Uni Eropa.

Sehari sebelum penyelenggaraan KTT 45 Tahun Hubungan ASEAN – Uni Eropa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Joko Widodo menghadiri dan memberikan keynote address di dalam acara 10th ASEAN – EU Business Summit dan C-Suite Luncheon. 

Selain menyampaikan sambutan pembuka, di sela-sela kegiatan business summit Menko Airlangga juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan Executive Vice President/Trade Commissioner Komisi Eropa, Mr. Valdis Dombrovskis, Komisioner Eropa untuk Kerja Sama Internasional, Ms. Jutta Urpilainen, State Secretary of Ministry for Foreign Affairs Swedia, Mr.Hakan Jevrell serta beberapa perwakilan perusahaan yang hadir dalam EU – ASEAN Business Summit yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik, industri sporting goods dan data software.

Hubungan kemitraan ASEAN – UE pertama kali dikukuhkan pada tahun 1977 dan dilembagakan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ASEAN – EEC pada 7 Maret 1980. 

Pada 2020, hubungan tersebut ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis. 

Kegiatan KTT ASEAN – UE merupakan salah satu dari sejumlah agenda internasional yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun ini menyusul KTT ASEAN di Phnom Penh, KTT G20 di bawah Presidensi Indonesia di Bali, dan KTT APEC di Bangkok, yang semuanya diselenggarakan sepanjang November 2022 yang lalu.

Total perdagangan ASEAN – UE pada 2021 mencapai USD 268,9 Miliar (meningkat 18.6 persen dari 2020). UE adalah mitra dagang terbesar ASEAN ketiga setelah RRT dan AS.  Foreign Direct Investment (FDI) UE ke ASEAN mencapai USD 26,5 milyar pada tahun 2021 dan menjadikan UE sebagai sumber FDI terbesar kedua di ASEAN setelah RRT. 

Secara bilateral, nilai perdagangan Indonesia – UE pada 2021 sebesar USD 29,1 miliar dengan ekspor sebesar USD 18 miliar dan impor sebesar USD 11,1 miliar. Sementara investasi langsung UE ke Indonesia sebesar USD 2,5 miliar atau sebesar USD 11,9 miliar selama periode 2017 – 2021.

Dalam rangkaian kegiatan KTT ASEAN – UE di Brussels ini, Presiden Joko Widodo turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, Menteri Sekretaris Negara, serta Duta Besar LBBP RI untuk Belgia, Luksemburg dan UE.(jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler