Kubu Prabowo: Bukan Prestasi Kalau Bangun Tol Mirip Kerupuk

Kamis, 27 Desember 2018 – 22:08 WIB
Ilustrasi tol Trans Jawa. (Foto: Ist/jpnn)

jpnn.com, JAKARTA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara menyatakan, klaim pemerintah Joko Widodo berhasil membangun tol Trans Jawa tidak terbukti.

Pasalnya, ada bagian talut jalan tol yang ambrol, padahal baru beberapa hari diresmikan. Tepatnya di kilometer 489 di Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Berapa Tarif Tol Trans Jawa?

“Bukan prestasi namanya kalau pemerintah bangun tol seperti kerupuk. Pembangunan infrastruktur harus berkelanjutan. Sayang uang hasil utang tapi produk pembangunannya tidak berkelanjutan,” ujar Suhendra di Jakarta, Kamis (27/12)

Suhendra menduga kerusakan serupa bisa terjadi di lokasi lain. Karena itu, mantan staf khusus Menteri Pekerjaan Umum ini mendesak pemerintah melakukan audit total terhadap pembangunan jalan tol Trans Jawa.

BACA JUGA: Kubu Prabowo Sengaja Gunakan Paradigma Pesimistis?

“Harus ada audit total terhadap pembangunan jalan tol Trans Jawa. Ini menyangkut keselamatan masyarakat pengguna jalan tol. Jangan sampai keselamatan mereka dikorbankan gara-gara proyek kejar tayang ini,” ucapnya.

Suhendra menambahkan pembangunan seluruh proyek infrastruktur era Jokowi termasuk jalan tol Trans Jawa terkesan terburu-buru dan dikebut untuk kepentingan kampanye.

BACA JUGA: Tambahan Layanan BBM Pertamina di Tol Transjawa

Hal itu tersirat saat Presiden Jokowi memberi tenggat waktu kepada jajaran menterinya agar menyelesaikan seluruh proyek pembangunan infrastruktur sebelum April 2019.

Suhendra menilai, pembangunan proyek infrastruktur kejar tayang menyebabkan kualitas bangunan dan keselamatan pekerja tidak terjamin.

Dia pun menilai sudah sepatutnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pro-aktif melakukan audit atas proyek-proyek infrastruktur tersebut.

“Jangan hanya sekadar tayang tapi kualitas infastruktur dan keselamatan pekerja jadi nomor sekian. Sudah ada contoh kecelakaan kerja sangat banyak terjadi sepanjang 2018,” pungkas Suhendra.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tol Trans Jawa Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler