Kunci Gatot Nurmantyo Ada di Prabowo Subianto

Kamis, 12 Oktober 2017 – 23:22 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Peluang Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden (capres) ada di tangan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.

"Sebenarnya penentu semuanya adalah Prabowo. Semua kunci ada di Prabowo,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Sarwi Chaniago saat berbincang-bincang dengan JPNN.com di gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10) malam.

BACA JUGA: Lahir Dari Rahim TNI, Golkar Siap Tampung Gatot Nurmantyo

Bukan tanpa alasan Pangi berpendapat demikian. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu menjelaskan Prabowo sekarang memiliki partai.

Nah, kata Pangi, Prabowo sebagai negarawan seharusnya cukup menjadi king maker saja, seperti Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA: Merasa Diperas dan Diteror, Nikita Mirzani Lapor ke Polisi

“Jadi, Prabowo bisa saja mempersilakan Gatot pakai saja partai (Gerindra) ini untuk pilpres 2019. Ini pasti menarik dan Gatot punya peluang,” ungkap akademisi yang karib disapa Ipang itu.

Hanya saja Ipang menuturkan, yang menjadi persoalannya sekarang ini apakah Prabowo mau untuk memberikan partainya dipakai Gatot. Sebab, ujar dia, sampai saat ini Prabowo juga masih kepengin menjadi capres 2019.

BACA JUGA: PPP Siap Tampung Gatot Nurmantyo

Bahkan, kader Partai Gerindra sudah terang-terangan akan mengusung Prabowo kembali menjadi calon orang nomor satu di negeri ini pada pilpres 2019 nanti.

"Tapi, kalau Prabowo masih memaksakan maju menjadi capres, maka harus dikalkulasikan lagi apa bisa menang atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut Pangi menuturkan, hasil survei sejumlah lembaga menempatkan elektabilitas Jokowi unggul atas Prabowo.

Namun, elektabilitas Jokowi tidak sampai di atas 50 persen. Hal itu menandakan publik menginginkan adanya nama lain, selain Jokowi dan Prabowo.

“Masyarakat menginginkan nama lain atau nama baru,” kata dia.

Pangi menuturkan, Gatot bisa saja menjadi kuda hitam atau sebagai meteor baru jelang pilpres 2019. Dia mengingatkan, 1,5 tahun ke depan bukan tidak mungkin ada sosok baru yang bisa menjadi figur untuk menantang Jokowi dan Prabowo.

Pangi mengatakan, elektabilitas Jokowi kemungkinan tidak bisa naik lagi. Di satu sisi, Jokowi butuh pendukung yang konsisten atau strong voter. Tapi, di sisi lain, tidak ada pemilih dari segmen lain yang masuk ke Jokowi.

Selain segmen pemilihnya yang selama ini sudah ada. Sedangkan elektabilitas Prabowo juga stagnan. Pangi menegaskan dalam kondisi seperti ini undecided voters, pemilih yang belum mantap melakukan pemilihan bisa saja beralih ke tokoh baru.

“Tokoh itu bisa saja tokoh antitesisnya Jokowi. Bisa saja tokoh yang sudah terlihat programnya dan populis seperti Gatot,” tegas Pangi.

Apalagi, ujar dia, sekarang sudah ada partai politik yang tertarik sama Gatot. Meskipun, ada beberapa di antaranya ingin Gatot di posisi calon wakil presiden dipasangkan dengan Jokowi. Namun, Pangi berpendapat, kalau Gatot dipasangkan dengan Jokowi, belum tentu efektif.

Sebab, pemilih Gatot adalah segmen kanan seperti yang kritis kepada pemerintah dan lainnya. Belum tentu juga pemilih Gatot nanti memilih Jokowi jika keduanya berpasangan.

“Jadi, korelasinya kalau Jokowi berpasangan dengan Gatot belum tentu tinggi keterpilihannya. Kalau Gatot sendiri jadi capres, mungkin bisa lebih tinggi,” tegas Pangi. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Zulhas Senang Banget andai Jenderal Gatot Mau Masuk PAN


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler