Kunjungi Aceh, Dahlan Pilih Tidur Di Pesantren

Senin, 03 September 2012 – 12:46 WIB
ACEH--“Bapak unik” kata-kata itulah yang disampaikan oleh warga Kemukiman Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, saat mengetahui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, ingin bermalam di Pesantren Darul Ihsan, yang ada di daerah tersebut.

Anggapan masyarakat mungkin benar adanya, Dahlan Iskan dinilai berbeda dengan pejabat lainnya yang lebih memilih hotel berbintang sebagai tempat istirahat. Pria yang akrab disapa Pak Dis ini, lebih memilih menginap di pesantren dan rumah masyarakat miskin setiap berkunjung ke daerah.

“Ada beberapa Menteri yang datang ke sini, tapi hanya bapak yang mau menginap di Pesantren. Ini sebuah kebanggaan bagi kami masyarakat kemukiman Siem,” ujar Nawi, Ketua Mukim Siem.

Menggunakan Toyota Alphard BL 333 NI, Dahlan Iskan dan rombongan yang bergerak dari Lhokseumawe, tiba di Mesjid Jamik Baitul Ahad Kemukiman Siem, sekira pukul 22.30 Wib. Berbeda dengan kunjungannya ke daerah lain, mantan Dirut PLN ini dipeusijuk (tepung tawar red) oleh tokoh masyarakat setempat.

Seusai dipeusejuk, pria yang tidak pernah lepas dari sepatu Kets ini menyempatkan diri untuk berdialog dengan masyarakat setempat. Tampak Dahlan didampingi Dirut PLN Aceh dan sejumlah pimpinan BUMN lainnya saat berada di Mesjid Jamik Baitul Ahad.

Waktu menunjukan pukul 23.15 Wib, Dahlan Iskan dan rombonganpun kemudian meninggalkan Mesjid dan menuju Pesantren Darul Ihsan yang jaraknya sekitar 500 meter dari Mesjid Jamik Siem.

Setiba di Pesantren, Dahlan Iskan dan rombongan disuguhi dengan makan khas Aceh Besar seperti kari kambing, ayam tangkap dan beberapa menu khas Aceh Besar lainnya. Didampingi Ketua Yayasan Dayah Darul Ihsan, H Waisul Qarani, dan beberapa pengurus lainnya, Dahlan terlihat sangat menikmati makanan khas Aceh Besar.

Usai menikmati menu yang disediakan, Dahlan Iskan, kemudian menyempatkan diri berziarah ke Makam Tgk H Hasan Krueng Kalee, yang masih berada di dalam area Pesantren Darul Ihsan.

Disana, Dahlan yang menggunakan kemeja lengan pajang warna putih meminta ditinggalkan sendiri untuk memanjatkan doa. “Tolong tinggalkan saya sendiri sebentar,” pinta Dahlan kepada sejumlah tokoh masyarakat yang ikut mendampinginya berziarah.

Di makam salah satu ulama Aceh ini, Dahlan terlihat khusyuk saat memanjatkan doa dan mengucapkan zikir. Sauasana ini membuat sejumlah warga yang mendampinginya menjadi terharu. Usai berziarah, Dahlan kemudia dibawa ke ruang tidur yang telah disiapkan oleh pimpinan pesantren. Di ruang yang berukuran 3 x 6 ini, pimpinan pesantren telah menyiapkan sebuah tempat tidur yang rapi.

"Pesantren sekarang kayak hotel. Di hotel bintang tiga saja tidak ada fasilitas ini,"kata Dahlan seraya menunjuk fasilitas olahraga yang terdapat di ruang tersebut.

Dahlan yang ditemani oleh beberapa orang stafnya saat beristrahat di Pesantren Darul Ihsan, mengatakan, dirinya lebih memilih menginap di pesantren dibandingkan di hotel berbintang saat berkunjung ke daerah-daerah.

"Saya sejak kecil sudah berada di pesantren, jadi sudah terbiasa dengan suasana pesantren,"ujar Dahlan yang pernah menuntut ilmu agama di Pesantren Sabilil Muttaqin, Magetan, Jawa Timur.

Pria yang mengaku ingin menjadi guru bagi jurnails muda ini mengatakan, sejak tujuh tahun terakhir, dirinya sudah mengunjungi dan menginap di dua puluh pesantren lebih yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.

"Saya bangga dan senang bisa berkunjung ke Pesantren Darul Ihsan. Karena saya berkesempatan berziarah ke makam ulama Tgk H Hasan Krueng Kalee. Disana nama Tgk Hasan Krueng Kalee sangat terkenal,” pungkas Dahlan yang diundang ke Banda Aceh untuk memberikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ke-51 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang merupakan sebagai jantong hate rakyat Aceh.(*)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Buru Lima Pelaku Rusuh Sampang

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler