Kurs Rupiah Masih Berpeluang Menguat, Meski Dibayangi Keputusan Lockdown Negara Tetangga

Senin, 31 Mei 2021 – 10:26 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (31/5) pada pukul 9.35 WIB melemah 19 poin atau 0,13 persen. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (31/5) pada pukul 9.35 WIB melemah 19 poin atau 0,13 persen.

Posisi mata uang garuda bertengger di Rp 14.304 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.285 per USD.

BACA JUGA: Melemah Tipis Senin Pagi, Bagaimana Nasib Rupiah Nanti Sore?

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah kemungkinan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada akhir pekan lalu.

Hal itu seiring dengan kabar aliran dana asing yang masuk ke Indonesia sebesar Rp 6,13 triliun selama sepekan terakhir.

BACA JUGA: Pernyataan Pejabat The Fed Menguntungkan Kurs Rupiah Kamis Pagi

"Asing mungkin memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi di Indonesia di masa pandemi ini untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi," ujar Ariston.

Ariston menyebut indeks USD saat ini berada di level 89,999, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 90,031.

BACA JUGA: Kekhawatiran Naiknya Kasus Covid-19 Berimbas Pada Kurs Rupiah

"Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,581 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,610 persen," katanya.

Di sisi lain, lanjut Ariston, penguatan bisa terbatas karena pasar masih dibayangi kenaikan kasus Covid-19 global yang mengakibatkan beberapa negara lockdown termasuk negara tetangga Indonesia.

"Ini bisa menghambat pemulihan ekonomi," kata Ariston.

Menurut Ariston, rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp 14.260 per USD dengan potensi pelemahan di kisaran Rp 14.320 per USD.

Pada Jumat (28/5) lalu, rupiah ditutup menguat 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 14.285 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.288 per USD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler