Lagi, Diamankan 63 Nelayan Asing

Minggu, 23 November 2014 – 01:46 WIB

jpnn.com - TANJUNG REDEB - Jumlah nelayan asing di lokasi penampungan Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, terus bertambah meski patroli selama 2 hari terakhir tidak dilakukan.

Tambahan nelayan asing tersebut dari Kecamatan Batu Putih berjumlah 63 orang. Hingga kini, belum jelas akhir dari penanganan masalah tersebut.

BACA JUGA: Bandung Pertama Terapkan E-Samsat

”Dari Batu Putih itu saja tambahannya untuk kapal, perahu dan sampan total tambahan 11 unit, tapi masih di sana (Batu Putih, Red),” kata Kapolsek Tanjung Batu Iptu Ismail Wahid, malam tadi.

Diketahui, hingga Jumat (21/11), jumlah nelayan asing yang diamankan sebanyak 463 orang, dengan total kapal, perahu, dan sampan sebanyak 153 unit.

BACA JUGA: Siswi SMP Kabur dari Rumah, Diduga Kepincut Kenalan di FB

Pihaknya tidak berpatroli bersama instansi terkait selama dua hari terakhir, karena masih melakukan pendataan terhadap para nelayan asing yang diamankan. Selain itu, kemarin dua transportasi air yakni Barakuda milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau dan Hiu Macan Tutul 2 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pangkalan Belitung dalam proses pemeriksaan.  

“Masih banyak yang harus didata, orang DKP juga pulang ke Tanjung Redeb dulu nanti kembali lagi dan langsung patroli,” ujar perwira berpangkat dua balok ini.

BACA JUGA: Baru Seumur Jagung, Atap Bandara Internasional Sudah Bocor

Meski belum melakukan patroli kembali, pihaknya sejauh ini belum lagi menerima laporan adanya nelayan asing yang masuk ke perairan Berau. ”Kita belum dapat laporan juga dan belum lihat langsung di lapangan, dari nelayan juga belum ada informasi. Yang jelas, kita tetap laporan hingga ada instruksi dihentikan,” tuturnya.

Jumlah nelayan asing semakin bertambah saat ini, lalu apakah tempat penampungan masih memungkinkan atau cukup untuk menampung? Dikatakan Ismail, lokasi penampungan masih mencukupi menampung nelayan asing, bahkan masih ada 1 tenda yang kosong.

Apa ada kendala di lapangan untuk penanganan maupun patroli? “Pak Plt Camat titip pesan sama kami kalau ada yang nanya, kendala saat ini tidak ada uang cash (tunai) di kecamatan untuk operasional. Selama ini cuman di-drop makanan dan obat-obatan dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Berau. Kalau kendala lain tidak ada,” ungkapnya.

“Uang cash itu kata camat untuk operasional dadakan atau kebutuhan-kebutuhan di luar dugaan,” imbuhnya.

Hingga saat ini, kapal, perahu maupun sampan masih diamankan. Terkait tindakan selanjutnya masih belum jelas dari pimpinan. ”Kalau pas Pak Bupati datang kemarin juga masih menunggu pemerintah pusat, jadi ending-nya belum jelas,” tuturnya. (app/fir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratusan Ijazah Ikut Terbakar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler