Lahan Pertanian Menyusut, Dua Penyebabnya

Senin, 18 Juni 2018 – 07:41 WIB
Salah seorang petani di sawah. Foto: Sugeng Dwi Nurcahyo/Radar Pacitan/JPNN.com

jpnn.com, PACITAN - Lahan pertanian produktif di Pacitan, Jatim, terus mengalami penyusutan. Penyebabnya antara lain karena gencarnya pembangunan fisik dan berkurangnya kadar kesuburan tanah.

’’Penurunan jumlah kesuburan tanah semakin tinggi,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Pacitan Pamuji, seperti diberitakan Radar Madiun (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Sejarah Unik Masjid Tiban, Bikin Penasaran Banyak Orang

Dia menuturkan, kajian dapat dinilai dari hasil panen dan jumlah produksi para petani. Jika ditanam dengan cara yang benar serta bibit yang bagus -namun jumlah produksi masih sedikit- dipastikan kerusakan tanah telah terjadi. Semestinya dapat diatasi dengan treatment yang benar pada lahan.

’’Lahan itu kan tiap tahun ditanami, terkadang ada jenis yang sama, dan itu membuat unsur hara tidak bisa bersirkulasi,’’ terangnya.

BACA JUGA: Lahan Pertanian Indonesia Wajib Diperluas

Proses pemulihan sendiri, diakui Pamuji, dapat dilakukan dengan penambahan jumlah bahan organik dengan jumlah yang tinggi. Namun, hal itu hanya dapat dilakukan jika kerusakan yang terjadi akibat tanam berulang yang sering hingga zat hara di tanah berkurang.

Sementara jika tanah keracunan limbah -baik pabrik maupun tambang-, pemulihan mesti dilakukan dengan cara yang berbeda melalui penambahan zat-zat tertentu. ’’Sudah rata kerusakan lahan di Pacitan, karena kita sudah menanami lahan secara intensif,” ungkapnya.

BACA JUGA: Lahan Pertanian Indonesia Wajib Diperluas

Pamuji mengungkapkan, pada 2004 lalu terdapat kajian akan kurangnya bahan organik pada tanah pertanian di Pacitan. Rekomendasinya, para petani mesti menambahkan 4 ton pupuk organik per hektare tiap tahun pada tanah mereka.

Hal itu lantaran masifnya penggunaan pupuk non-organik dan penanaman sejenis yang berulang. ’’Itu baru tahun 2004, dan tidak tahu apakah petani menuruti anjuran itu apa tidak,” kata Pamuji. (mg6/c1/ota)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengaku Terpepet, Emak-emak Nekat Mencopet


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler