Mengaku Terpepet, Emak-emak Nekat Mencopet

Senin, 16 April 2018 – 11:47 WIB
Pelaku pencopetan berinisial SS (membelakangi kamera) saat diinterogasi penyidik di Polset Tulakan, Pacitan. Foto: Sugeng Dwi Nurcahyo/Radar Pacitan

jpnn.com, PACITAN - Tak tampak rasa bersalah dan wajah di wajah  perempuan paruh baya berinisial SS yang ketahuan mencopet. Warga dusun Tleken, Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari, Pacitan itu malah tersenyum-senyum saat diinterogasi polisi.

Sebelumnya, SS tertangkap basah mencopet di Pasar Tulakan, Pacitan, Minggu (15/4) sekitar pukul 18.15 WWIB. Aksi tak terpujinya dipergoki korban dan para pedagang yang ada di pasar tradisonal  itu.

BACA JUGA: Heboh Telur Aneh, Hasil Uji Laboratorium, Oh Ternyata

“Tadinya waktu mau membayar tapi tas saya seperti ada yang pegang-pegang,” ujar Muji Rahayu yang menjadi korban pencopetan.

Muji mengaku tak menyadari bahwa sedari masuk pasar sudah menjadi target copet. Hingga saat di depan penjual, dia merasa tas yang dibawanya seperti diobok-obok.

BACA JUGA: Galih dan Feri Ditangkap Saat Asyik Bergoyang

Sontak Muji menoleh ke belakang. Warga dusun Papar, Desa Jatigunung Tulakan itu memergoki SS tengah mengambil dan membawa dompet miliknya.

“Itu ada orang lain juga yang tahu, terus teriak copet dan langsung dilihat banyak orang,” tuturnya.

BACA JUGA: Kekurangan 3 Ribu Pegawai, Usul 2.000 Formasi CPNS

Beruntung, para pedagang dan pembeli yang ada di pasar berhasil meredam emosi sehingga SS tak menjadi sasaran amuk warga. Petugas pasar yang saat itu tengah berjaga langsung mengamankannya ke polsek untuk ditindaklanjuti.

Aiptu Suryanto Kanitreskrim Polset Tulakan mengatakan, SS merupakan residivis kasus yang sama di luar kota.  “Berdasar keterangan yang kami gali, pelaku sempat ditahan dua bulan,” terang Aiptu Suryanto.

Berdasar interogasi, SS mengaku mencopet lantaran terjepit kebutuhan ekonomi. Emak-emak itu memiliki lima anak yang salah satunya masih duduk di sekolah dasar.

Namun, Suryanto memastikan aksi SS bukan tindakan spontan tapi memang sudah didasari niat jahat dari awal. SS mengincar korbannya jauh sebelum masuk pasar.

Selain itu, SS bertempat tinggal di Kecamatan Arjosari yang berjarak lebih dari 20 km dari tempat kejadian perkara (TKP) sehingga janggal jika hanya untuk berbelanja kebutuhan rumah harus menempuh jarak sejauh itu.

“Pelaku berangkat dari rumah pukul 07.00 ke Pasar Tulakan naik bus,” sebut Suryanto.

Petugas mengamankan barang bukti yakni satu buah dompet beserta isinya. Antara lain uang tunai Rp 302 ribu, kartu ATM, buku tabungan, KTP, serta dua cincin yang masing-masing seberat 1,2 dan 0,5 gram.

“Jika ditotal kerugian materialnya mencapai Rp 1,5 juta,” imbuhnya.(mn/jpr/sib/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kucing Mencuri 7 Kali, Dikepung Polisi, Rasain!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
copet   Residivis   pacitan  

Terpopuler