Laksamana Yudo: Latihan Gabungan Mengasah Kemampuan dan Meningkatkan Profesionalisme Prajurit TNI

Rabu, 02 Agustus 2023 – 07:30 WIB
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyaksikan langsung Latgab TNI Dharma Yudha 2023 dari titik tinjau 12 (T-12) Puslatpur Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Selasa (1/8/2023) ANTARA/Novi Husdinariyanto

jpnn.com - SITUBONDO - Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa latihan gabungan TNI penting dilakukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut dia, latihan gabungan TNI dari tiga matra itu merupakan upaya mengasah kemampuan dan meningkatkan profesionalisme prajurit untuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman maupun gangguan terhadap NKRI. 

BACA JUGA: Puan Maharani: TNI Harus Siap dengan Era Artificial Intelligence

"Latihan gabungan ini penting dilakukan untuk menjaga kedaulatan negara. Yang mengancam kedaulatan kita, maka kita mengatasinya dengan operasi gabungan seperti ini," kata Laksamana Yudo.

Dia menyampaikan itu seusai meninjau Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2023 di T-12 Puslatpur Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur (Jatim), Selasa (1/8).

BACA JUGA: Ngopi Bersama 1.000 Purnawirawan TNI-Polri, Ganjar Dapat Masukan Soal Strategi Hankam

Menurut Yudo, selain mengasah dan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI, latihan gabungan tersebut juga untuk melihat kekuatan maupun kesiapsiagaan operasional alutsista baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. Termasuk juga kesiapan seluruh personel yang terlibat.

Adapun personel yang terlibat dalam latihan gabungan ini, yakni sebanyak 7.675. Kemudian, 35 Kapal Republik Indonesia, 20 pesawat tempur, 15 helikopter, 19 tank darat, dan 43 tank amfibi, termasuk meriam, baik untuk operasi darat gabungan maupun meriam untuk pertahanan pantai.

BACA JUGA: Alumni Akademi TNI, Akademi Kepolisian dan IPDN 2013 Gelar Bakti Sosial

"Semua kami libatkan dan cek kesiapsiagaannya. Ini untuk mengukur sejauh mana kekuatan dan kemampuan TNI di dalam operasi gabungan TNI sesuai doktrin yang dimiliki," kata mantan KSAL itu.

Laksamana Yudo menambahkan latihan perang konvensional masih efektif untuk mengantisipasi ancaman kedaulatan negara di masa depan. Menurut Yudo, Indonesia yang merupakan negara kepulauan, kemungkinan ancaman masuknya musuh akan melalui salah satu pulau.

"Untuk mengantisipasi agar musuh tidak memasuki wilayah Indonesia, yaitu dengan operasi gabungan laut, tetapi ketika musuh berhasil masuk dan menguasai, maka mengatasinya dengan operasi amfibi yang dilanjutkan dengan operasi darat gabungan," kata Laksamana Yudo Margono. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler