Langsung Hadapi Panas dan Tanjakan

Hari Ini Start Etape Pertama

Rabu, 29 Agustus 2012 – 07:53 WIB
Timothy Lim, pembalap OCBC Singapura Continental Team sedang menjajal tanjakan Ngadisari yang tinggi dan berasap sebelum bertanding dalam Tour De East Java 2012 etape pertama di Pantai Bentar Probolinggo (28/8/12).FOTO:DIPTAWAHYU/JAWAPOS
PROBOLINGGO - Udara sejuk, dan panorama indah kawasan Gunung Bromo benar-benar memanjakan para peserta Jawa Pos-Polygon Tour de East Java (TDEJ) 2012 kemarin (28/8). Namun, hari ini (29/8), mereka harus menaklukkan panas dan beratnya rute tanjakan etape I dari Pantai Bentar (Probolinggo) menuju Candi Singosari (Malang).
   
Menempuh jarak 84,4 km, perlombaan event 2.2 UCI (Federasi Balap Sepeda Internasional) bakal langsung ketat. Masyarakat Jawa Timur yang ada di sepanjang jalur utama Probolinggo-Malang, bisa menyaksikan  bagaimana aksi pembalap terbaik Indonesia dan Asia itu memacu sepeda sampai menembus speed 50 km per jam.
   
Setelah dalam beberapa tahun terakhir diselenggarakan minimalis, TDEJ kembali hadir dengan kemasan yang lebih bagus tahun ini. Empat etape tour yang masuk UCI Asia Tour plus perlombaan UCI Road Criterium membuat even kali ini adalah yang paling seru sejak kali pertama diselenggarakan pada 2005. Hadirnya pembalap No 1 Asia serta tim terbaik Asia menjamin bakal ketatnya perlombaan.
   
TDEJ 2012 total akan menempuh jarak 549 km. Setelah Probolinggo-Singosari, para pembalap akan melewati Tulungagung, Mojokerto, sampai Gresik. Dari Gresik para pembalap akan ditransfer menuju Surabaya menggunakn angkutan untuk menjalani kriterium pada hari kelima (2/9).
      
"Hari pertama selalu menjadi yang terberat. Keberhasilan di hari pertama akan sangat menentukan hasil di etape selanjutnya. Kami berharap bisa tampil hebat untuk memenangi etape pertama besok (hari ini, Red.)," kata manajer Tabriz Petrochemical Team (TPT) Iran Ahad Kazemi.   
   
Pada perlombaan etape pertama hari ini, para pembalap akan langsung merasakan tantangan yang berat. Beberapa saat setelah finis, mereka akan menghadapi panasnya cuaca kawasan pantai utara mulai Probolinggo sampai Pasuruan. Tidak hanya panas, embusan angin juga kencang.
   
Keadaan berbeda dihadapi menjelang finis. Sekitar 30 km jelang finis, atau saat balapan memasuki kawasan Purwosari, Pasuruan, tantangan tanjakan mulai menghadang. Poin king of mountain (KOM) alias raja tanjakan diperebutkan di kilometer 73,2 di Lawang, Malang.
   
Meski lomba baru diselenggarakan hari ini, sebanyak 72 pembalap dari 18 tim peserta, baik lokal maupun asing, merasakan bahwa even tahun ini terasa jauh lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya. Mulai dari penjemputan di bandara sampai fasilitas di Bromo menunggu hari balapan semua sepakat bilang oke.
      
Sejalan dengan semangat mempromosikan wisata Jawa Timur bersamaan dengan TDEJ, para pembalap diinapkan di Bromo. Sebagian besar dari mereka kemarin memanasi mesin dengan melahap rute menanjak di sekitar penginapan Bromo Permai 1 yang ada di Desa Ngadisari.
      
Yang paling awal memulai latihan adalah tim 7 Eleven Racing Team RoadBike Philippines. Pada pukul 07.15 WIB setelah sarapan pagi, Mark John Galedo dkk langsung menggowes sepedanya menuju Sukapura. Tak selang berapa lama, CCN Cycling Team Brunei Darussalam juga memulai latihan. Setelah pukul 10.00 WIB, Terengganu Pro Asia Cycling Team, Tabriz Petrochemical Team, dan OCBC Singapore Continental. Cycling Team juga memacu sepedanya menuju Sukapura.
      
Tim Polygon Australia memilih untuk tidak berlatih di jalan raya. Alex Clements dkk memilih melakukan jogging di sekitar penginapan. "Kami tak menemukan jalanan flat disekitar sini. Kami akhirnya memilih istirahat untuk bersiap menjelang balapan besok (hari ini, Red.). Kami menikmati pemandangan indah di sekitar Gunung Bromo ini," ujar Alex.
      
Karena tiba lebih awal di Taman Nasional Gunung Bromo, pada Senin (27/8) lalu pembalap berusia 23 sempat berjalan-jalan di lautan pasir Gunung Bromo. "Ini sungguh mengasyikkan. Kami merasa enjoy dalam mengikuti TDEJ ini," tutur Alex.
      
Hal senada juga diungkapkan pelatih tim 7 Eleven Ednalyn Hualda. "Indonesia adalah negara yang penduduknya ramah. Karena itulah, saya selalu senang bisa ikut dalam TDEJ ini," ucapnya.
      
Race director Jawa Pos-Polygon TDEJ Sondy Sampurno yakin gelaran tahun ini akan meraih sukses besar. Persiapan yang dilakukan panitia sudah sangat matang. Tim yang datang pun berkualitas jempolan.
      
"TDEJ tahun ini beda dari biasanya. Sebelum perlombaan diselenggarakan Road to TDEJ yang diikuti mulai pelajar, mahasiswa, hingga kaum eksekutif. Ini membuat TDEJ semakin dikenal dan dicintai masyarakat luas," kata Sondy. (dra/ady)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Lepas Modric, Tottenham Buru Willian

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler