‘’Bantuan yang diberikan kepada lansia produktif untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraannya,’’ kata Kepala Dinsosnakertrans Kota Mataram H Marzuki Sahaz.
Dikatakan, saat ini, jumlah lansia yang terdata ada 103 orang. Mereka terdiri dari 35 orang yang tinggal di panti dan 68 orang yang tidak tinggal di panti. Jumlah itu tersebar di semua kelurahan.
Menurut Marzuki, ke-103 orang lansia yang terdaftar itu mendapatkan bantuan Askesus sebesar Rp 250 ribu per bulan. Mereka mendapatkannya seumur hidup. ‘’Tidak ada perbedaan besaran bantuan Askesus yang diberikan antara lansia di panti dan luar panti,’’ katanya.
Terkait pembaharuan data jumlah lansia, pihak Dinsosnakertrans tetap berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Kata Marzuki, jika ada lansia yang belum terdaftar, pihak kelurahan segera melaporkannya untuk mendapatkan bantuan dari Dinsosnakertrans.
Dikatakan, kepala lingkungan (kaling) di tiap kelurahan, berperan melakukan pelaporan. Akan tetapi, Marzuki tidak ingin memberatkan kaling. Karena menurutnya, tugas kaling tidak hanya di bidang sosial. Hanya saja, dia tetap berharap, para kaling melaporkan lansia yang ada di lingkungannya. Pelaporan tersebut bisa dilakukan ke pihak kelurahan. ‘’Nantinya pihak kelurahan yang memberi laporan ke Dinsosnakertrans,’’ katanya.(cr-fai)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Disdik Panggil PNS yang Disebut Terlibat
Redaktur : Tim Redaksi