Lapor ke Bu Mega, Hasto: Bulan Bung Karno 2021 Fokus Kegiatan di Pedesaan

Rabu, 19 Mei 2021 – 20:44 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melaporkan kesiapan Bulan Bung Karno kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara daring, Rabu (19/5). Foto: DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan Bulan Bung Karno (BBK) pada Juni 2021 akan digelar di sejumlah desa di Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.

Politikus asal Yogyakarta itu mengatakan bahwa saat ini persiapan BBK terus dilakukan dengan matang. Hasto pun sudah melaporkan perkembangan persiapan Bulan Bung Karno kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA: Bu Mega, Mas Hasto, Pemulung, Driver Online Isi Siaran Lebaran Virtual PDIP Selama 24 Jam Penuh

"Bulan Bung Karno dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 dengan varian virus terbaru, maka dari itu wajib memenuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus," kata Hasto saat melapor kepada Megawati, Rabu (19/5).

Dalam kesempatan yang diikuti pula oleh kader PDIP dari seluruh Indonesia, itu Hasto menyatakan bahwa Bulan Bung Karno pada 2021 ini akan fokus pada kegiatan di tingkat pedesaan.

BACA JUGA: Cara PDIP Gelar Bulan Bung Karno Selama Pandemi COVID-19

Hasto melapor bahwa PDIP akan merayakan Bulan Bung Karno sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2021. Menurutnya, Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) dan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PDIP akan bergerak menyampaikan ide serta cita-cita Bung Karno.

Hasto menyebut Megawati Soekarnoputri juga sudah memerintahkan supaya ada penekanan pada pesan-pesan kemanusiaan dan kerakyatan Bung Karno pada peringatan BBK nanti.

BACA JUGA: Hasto: Semoga Kami Bisa Mewujudkan Ajaran Bung Karno di Tengah Pandemi Ini

Dari DPP PDIP sendiri, kata Hasto, ada beberapa prinsip antara lain bahwa Bulan Bung Karno wajib dirayakan oleh struktural, eksekutif, dan legislatif partai di seluruh Indonesia. Dia menegaskan hal itu juga dilaksanakan dengan membuka seluasnya partisipasi dari simpatisan dan rakyat.
Hasto menuturkan bahwa hal ini juga menindaklanjuti hasil kongres dan rakernas partai, serta pesan Megawati Soekarnoputri.

Dia menambahkan salah satu subtema kegiatan BBK tahun ini adalah 'Desa Maju, Indonesia Kuat dan Berdaulat". Arahnya, kata dia, agar seluruh jajaran partai menjadikan desa sebagai pembumian Pancasila serta menjadi jalan Trisaktinya Bung Karno.

Oleh karena itu, Hasto menegaskan, para pengurus partai akan melaksanakan sejumlah kegiatan yang memastikan pembangunan desa harus berbasis data yang presisi serta akurat. Pengurus tingkat daerah akan memperkuat basis data dimaksud.

"Kami akan mengembangkan tradisi memimpin dari desa," kata Hasto.

Para anggota legislatif se-Indonesia juga diwajibkan bergerak dan merayakan BBK di desa-desa.

DPP PDIP sudah berkoordinasi dengan Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto agar memastikan setiap anggota dewan bergerak.

"Saat Bulan Bung Karno, anggota fraksi datang ke desa memperingati hari lahirnya Bung Karno dengan mengajak komponen masyarakat desa," kata Hasto.

Dia berpesan kepada seluruh kader PDI Perjuangan untuk menerapkan prokes Covid-19 seperti pembatasan orang, memakai masker, dan menjaga jarak

"Jumlah desa 70 ribu, maka ini akan jadi gerakan masif organisasi. Kami harus bergerak melakukan penggalangan," tambah Hasto.

Selain kegiatan penggalangan, PDIP juga menjadikan BBK sebagai momen meningkatkan desa berdikari di bidang ekonomi. Yakni dengan menggelorakan semangat tidak ada kemiskinan di bumi Indonesia merdeka.

"Dengan mendorong semangat gotong royong di dalam setiap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," kata Hasto.

PDIP juga akan mendorong bekerjanya usaha perekonomian masyarakat desa. Baik dalam bentuk UMKM dengan ruang lingkup usaha kuliner, wisata desa, pertanian desa, dan pengembangan komoditas unggul.

PDI Perjuangan juga memandang penting mendorong gerak hidup kebudayaan bangsa dari tingkat desa.

Bagi PDI Perjuangan, desa haruslah menjadi benteng pertahanan ideologi terdepan, tempat memelihara semangat persaudaraan, keragaman dan kebangsaan. Kebudayaan penting dalam merawat nusantara yang majemuk.

"Kami juga mendorong kerja gotong royong guna merawat lingkungan hidup. Desa akan jadi konsentrasi utama kegiatan partai," pungkas Hasto Kristiyanto. (tan/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler