Laporan Teranyar BNPB: 84 Meninggal Dunia Setelah Banjir dan Longsor di NTT

Selasa, 06 April 2021 – 16:20 WIB
Mengacu data ini dikumpulkan BNPB hingga Selasa (6/4) korban meninggal dunia dari banjir bandang dan longsor di NTT mencapai 84 orang. Foto: ANTARA/HO-BNPB

jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan data teranyar korban meninggal dunia terdampak banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Mengacu data ini dikumpulkan BNPB hingga Selasa (6/4) pukul 15.00 WIB, korban meninggal dunia dari peristiwa tersebut mencapai 84 orang.

BACA JUGA: Senator Angelo Dampingi Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana Alam di NTT

Dengan rincian 49 orang meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sebanyak 16 orang meninggal dunia di Kabupaten Lembata dan 15 nyawa melayang di Kabupaten Alor, NTT.

"Dua orang meninggal dunia di Kabupaten Malaka, satu meninggal dunia di Kota Kupang, satu meninggal dunia di Kabupaten Ende," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube akun BNPB Indonesia, Selasa (6/4).

BACA JUGA: BNPB: Pasca-gempa Halmahera Selatan 60 Rumah dan Gedung DPRD Rusak

Raditya menyadari, BNPB sempat menyampaikan kekeliruan atas data korban meninggal dunia peristiwa banjir bandang dan longsor di NTT.

Sebelumnya, kata dia, BNPB meyebut korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata 67 orang, bukan 16 seperti data teranyar.

BACA JUGA: Mantan Kepala Desa Hilang Terseret Banjir Bandang

Dia beralasan, 51 orang yang hilang di Kabupaten Lembata dihitung sebagai korban meninggal dunia. Seharusnya, pencatatan orang hilang dan korban meninggal dunia dilakukan secara terpisah.

"Mohon maaf rekan media sekali lagi, data terakhir 16 meninggal dunia di Kebupaten Lembata. Itu dulunya 51 orang yang hilang, masuk kategorisasi meninggal dunia," beber dia.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan, pihaknya masih mencari 103 orang yang dinyatakan hilang setelah banjir bandang dan longsor di NTT. Mayoritas para korban hilang berada di Pulau Adonara dan Kabupaten Lembata, NTT.

"Masih ada sejumlah korban hilang belum ditemukan," ujar eks Danjen Kopassus itu.

Selain korban jiwa, kata Doni, banjir bandang dan longsor mengakibatkan ratusan rumah rusak. Laporan yang diterima BNPB, 224 unit rusak parah di Kabupaten Lembata. 

"Rusak sedang 15 unit, rusak ringan 75 unit," ujar mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres) tersebut. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler