Larangan Mandi di Sungai tak Digubris, Mahasiswi Cantik Tewas Tenggelam

Jumat, 15 Mei 2015 – 06:57 WIB

jpnn.com - TASIK - Mahasiswi Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), Euis Tuti Herawati (22) tewas tenggelam di Sungai Cideres Betulan, Kampung Sasakbeusi, Kabupaten Garut, Jabar, Kamis (14/5). Dia yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pangereunan itu diduga terjatuh ke aliran sungai yang deras.

Informasi yang dihimpun Radar Garut (Grup JPNN.com), Tuti sempat ditolong Agus (15), warga setempat yang sedang mencari rumput. Mahasiswi cantik itu masih bernapas saat diangkat ke darat. Namun, saat dibawa warga dan aparat desa ke Puskesmas Limbangan, mahasiswi jurusan syariah tersebut menghembuskan napasnya yang terakhir.

BACA JUGA: Nahas, Gara-gara Buang Air Kecil Sembarangan Tewas Seketika

Sebelumnya, warga Kecamatan Singajaya, Garut itu pergi ke sungai untuk mandi bersama teman-temannya kemarin siang. Saat teman-temannya meninggalkan sungai, Tuti minta izin pulang belakangan bersama teman kuliahnya asal Sodong, Kabupaten Tasik, Fevi (22).
 
Petugas UGD Puskesmas Limbangan, Iwan Kamaludin mengungkapkan, korban tiba di puskesmas sekitar pukul 12.45 dalam keadaan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya luka di bagian tubuh korban.

Setelah mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas Limbangan, korban pun langsung dibawa dosen pembimbingnya ke Kampus IAIC Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah itu  akan dibawa ke tempat tinggal orang tuanya di Kecamatan Singajaya, Garut.

BACA JUGA: Pengunggah Kisah Pak Dul pun tak Mengira jadi Heboh seperti Ini

Kapolsek Limbangan Kompol Imron Rosyadi melalui anggotanya mengatakan korban tewas murni akibat kecelakaan. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke bagian sungai.

Terpisah, Ketua Kelompok KNN IAIC Asep Lukman (43) mengatakan sudah melarangnya untuk tidak mandi di sungai karena selaku ketua kelompok tidak ingin terjadi terjadi apa-apa. Namun Euis Tuti tetap ngotot untuk mandi dan meminta Asep untuk menjauh.

BACA JUGA: Ketika Tukang Becak Penambal Jalan Berlubang itu Kehilangan Palu...

"Tadinya saya mau jaga di situ, tapi dia bilang malu," katanya.

Tidak lama dia melihat ada seseorang yang melambaikan tangan kepadanya. Selanjutnya dia diberitahu Euis tenggelam di lokasi yang lumayan dalam.

"Saya langsung mencari bantuan," terangnya.

Setelah diangkat dari sungai oleh teman-temannya, Euis masih hidup karena denyut nadinya masih bisa dirasakan. Namun dalam perjalanan menuju puskesmas yang jaraknya sekitar 12 km, Euis menghembuskan napas terakhirnya.

"Perjalanan ke kecamatan kan cukup jauh," tandasnya.

Tadi malam jenazah Euis sudah dalam perjalanan dari Garut menuju Tasikmalaya. Dari informasi yang dihimpun Radar Garut, jenazah akan dibawa ke IAIC Cipasung terlebih dahulu sebelum ke rumah Euis di Singajaya, Garut.(nal/rga/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tawa Canda Bu Risma dengan Tukang Becak Berhati Mulia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler