Layanan Terminal Curah Kering Pelindo I Naik 2 Kali Lipat

Senin, 10 Mei 2021 – 23:36 WIB
Salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo I. Foto dok Pelindo I

jpnn.com, BELAWAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I meningkatkan fasilitas layanan dan inovasi di Terminal Curah Kering Pelabuhan Belawan.

Salah satunya dengan pengoptimalan Terminal Curah Kering (TCK) di Pelabuhan Belawan, dengan mengoperasikan fasilitas Conveyor yang dipadukan dengan sistem operasi dan teknologi yang terpadu, serta SDM yang ahli.

BACA JUGA: Kasoem Hearing Center Dukung Beatrix Purba di Ajang Cochlear Got Talent Tingkat Asia Pasifik

Dengan adanya fasilitas ini, kegiatan bongkar komoditas curah kering menjadi lebih cepat, efektif dan efisien dengan produktivitas dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

Pengoperasian dan pengoptimalan serta inovasi sistem operasional di Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan bekerjasama dengan PT FKS Solusi Logistik.

BACA JUGA: Ethereum Tembus Rp61,7 Juta, Naik 2 Kali Lipat Dalam Sebulan

Layanan ini menggunakan sistem mekanisasi terpadu yang dipantau secara realtime dengan system IT yang terintegrasi.

Operasional TCK menggunakan conveyor dimana proses muatan dari kapal dibongkar ke conveyor, dan muatan akan langsung menuju gudang penyimpanan serta  timbangan yang dimonitoring full dengan cctv.

BACA JUGA: Penjelasan Wilmar Group Terkait Gugatan Farma International

Sebelumnya kegiatan bongkar muat curah kering di Pelabuhan Belawan menggunakan metode truck lossing, di mana barang dibongkar dari kapal langsung dimuat ke armada angkutan (truck) untuk kemudian dibawa (angkut) menuju gudang.

TCK Pelabuhan Belawan ini juga dilengkapi dengan teknologi Telescopic Chute, yang berfungsi untuk mengurangi penyebaran muatan curah, mengurangi debu dan potensi loss cargo jadi lebih kecil.

Teknologi ini merupakan yang pertama kali digunakan di TCK  khusus grain/pangan di Indonesia dan dalam skala besar pertama kali diterapkan di Pelabuhan Belawan.

Selain itu, TCK Pelabuhan Belawan juga dilengkapi dengan teknologi magnetic separator, untuk menyaring material besi yang terdapat dalam cargo secara otomatis, sehingga lebih aman.

TCK Pelabuhan Belawan memiliki fasilitas conveyor sepanjang 388 m dan produktivitas 850 sd 900 Ton/jam, gudang seluas 6.912 m2 dengan kapasitas 30.000 ton, truck loading conveyor sebanyak 4 unit dan dermaga dengan daya dukung 2,5 ton/m2.

“Fasilitas TCK Pelabuhan Belawan ini sangat efektif dalam mendukung efisiensi logistik karena dapat memangkas biaya dengan kecepatan bongkar dan  dengan system IT yang terintegrasi dari cargo in hingga cargo out,” ujar Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Ridwan Sani Siregar.

Kapal curah perdana yang sudah dibongkar menggunakan layanan terbaru  di TCK Pelabuhan Belawan ini adalah M.V Sea Odyssey dan MV Castellani, yang membawa muatan soya bean meal atau bungkil kedelai masing-masing sebanyak 19.411,33 Ton dan 24.040 Ton.

Kegiatan bongkar kapal tersebut dengan menggunakan conveyor berjalan lancar dan mencapai produktivitas sebesar 10.300 Ton/hari, melebihi target produktivitas yang telah ditentukan.  Sehingga produktivitas layanan bongkar hanya membutuhkan dua hari dari sebelumnya menggunakan truk losing memakan waktu dari empat hingga lima hari.

“Pelabuhan Belawan kembali melakukan pembongkaran pengapalan ketiga di TCK oleh kapal MV Ikan Pulas dari Singapura dengan muatan  kedelai curah sebanyak 9.000 Ton dari Sabtu hingga Minggu, 8-9 Mei 2021 dan selesai dalam waktu 16 jam. Seluruh kegiatan bongkar muat di TCK Pelabuhan Belawan tentunya didukung dengan sistem operasi yang andal,” imbuh General Manager Pelabuhan Belawan, Emilda Andayani.

Total cargo curah kering komoditas pangan dan pakan melalui Pelabuhan Belawan sekitar 1,4 juta ton per tahun dan mayoritas melalui curah dibandingkan jenis cargo lainnya.

“Pelabuhan Belawan akan terus melakukan pengembangan layanan untuk mendukung peningkatan logistik Indonesia. Kami juga secara rutin terus melakukan pendekatan dan comisioning kepada consignee/pemiliki barang untuk meyakinkan bahwa fasilitas TCK ini dapat memberi nilai tambah bagi peningkatan produktivitas bongkar muat,” jelas Emilda.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PT PP Raih Proyek Pembangunan Rumah Sakit dan Universitas


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler