Leher Ilham Ditodong Pisau, Perkelahian di Dalam Mobil Terjadi

Rabu, 10 Juni 2020 – 19:03 WIB
Ilustrasi. Foto: Radar Solo

jpnn.com, SERANG - Driver taksi online bernama Ilham (29) nyaris menjadi korban aksi perampokan yang dilakukan oleh penumpangnya di dekat gerbang Tol Serang Timur, Senin (8/6) malam.

Informasi dilansir Radar Banten, pelaku memulai aksinya sekira pukul 22.30 WIB. Sebelumnya, pelaku memesan taksi online sekira pukul 20.30 WIB. Korban yang menerima pesanan itu menjemput pelaku di Lobby Utama Season City, Jakarta.

BACA JUGA: Dramatis, Karyawan Ninja Express Kabur dari Sekapan Rampok Bersenpi, Ambruk

“Pesannya dari Jakarta dan minta diantar ke Cilegon,” kata Ketua Driver Serang Utara (DSU) Iwan Opan dikonfirmasi, Selasa (9/6).

Selama perjalanan, pelaku tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Entah mengapa, korban meminta keluar tol melalui gerbang Tol Serang Timur.

BACA JUGA: Pembunuh Sopir Taksi Online Itu Ternyata 4 Wanita Remaja, Begini Kronologinya

Beberapa meter menuju gerbang tol, pelaku menodong leher belakang korban dengan sebilah pisau. Korban diminta menyerahkan mobil Daihatsu Ayla nopol R 8930 TC miliknya.

Tak ingin kehilangan mobilnya, korban melawan dengan memegang tangan pelaku. Akibatnya, leher korban tergores. Perlawanan itu membuat pelaku makin agresif menyerang korban. Pelaku berusaha menikam leher korban.

BACA JUGA: Sudah Seminggu Gadis Cantik Ini Tak Ada Kabarnya

Dengan sigap, korban membanting stir mobil sehingga pelaku sempat terpental. Pelaku yang membawa seutas tali tambang lantas mencoba menjeret leher korban. Namun, lagi-lagi upaya itu gagal karena korban melakukan perlawanan.

Lantaran terdesak, korban nekat membuka pintu mobil dan berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan korban membuat pelaku panik dan kabur. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut sempat mendatangi lokasi dan mengejar pelaku.

Pelaku yang kabur meninggalkan sebuah tas berisi selempang dan tali. Tas tersebut berada di kursi belakang mobil. “Tidak ada KTP-nya, hanya ada selempang dan tali tambang yang digunakan untuk menjeret leher korban,” kata Opan.

Usai kejadian, korban memilih tidak membuat laporan ke polisi. Tetapi, sejumlah aparat kepolisian mendatangi lokasi dan memintai keterangan korban.

“Korban mikirnya mobil enggak berhasil dicuri dan hanya menderita luka gores dan enggak dalam juga. Mungkin karena itu juga (korbannya enggak mau repot laporan-red),” kata Opan. (mg05/nda/radarbanten)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler