Lemah, ABG Perempuan Kerap Dikibuli

Rabu, 16 Oktober 2013 – 17:11 WIB

jpnn.com - SELAIN korban trafficking, Yayasan Embun menangani remaja perempuan dengan konsep diri lemah. Para remaja itu adalah korban perilaku seksual menyimpang kekasih mereka. Jumlah remaja dengan nasib begitu juga lumayan, mencapai 11 orang. Dina (bukan nama sebenarnya), misalnya, adalah salah seorang remaja dengan konsep diri lemah tersebut.

Sudah delapan bulan ini Dina tinggal di kantor yayasan. Remaja 19 tahun itu kini menunggu kelahiran si jabang bayi. "Katanya, bayi di perut saya ini perempuan," kata Dina kepada Jawa Pos dengan malu-malu.

BACA JUGA: Ini Ciri-ciri Remaja yang Terjun ke Dunia Prostitusi

Karena itu, remaja tersebut harus menjaga kehamilannya. Dia pun aktif memeriksakan kandungan ke puskesmas tidak jauh dari kantor yayasan.

Menurut Wahyu Laili, konselor di Yayasan Embun, Dina mulai bisa bangkit dari keterpurukannya. Dia juga mulai tumbuh menjadi sosok perempuan yang kuat dan mandiri. Namun, kasus Dina sangat berbeda dengan yang dialami Dian.

BACA JUGA: Paling Sebel Melayani Om-om Berperilaku Sex Menyimpang

Perempuan yang akrab disapa Yayuk itu mengatakan, dulu Dina berasal dari Kalimantan dan bersekolah di sebuah SMK kawasan Surabaya Selatan. Sehari-harinya, Dina yang pernah menjadi model fashion itu hidup di sebuah asrama.

Di asrama, Dina mengenal seorang pria yang bekerja di pusat perbelanjaan Surabaya Barat. "Celakanya, Dina menganggap pacarnya itu sebagai pahlawan. Apa yang dikatakan pacarnya selalu dituruti. Wis pokoknya nurut banget," ungkap Yayuk.

BACA JUGA: Melayani Om-om, yang Dipikir Cuma, Duit, Duit dan Duit

Hingga akhirnya, Dina hamil. Namun, sang pacar memintanya untuk menggugurkan kandungan. Untung, keberadaan Dina dideteksi para aktivis yayasan dan diamankan hingga kini.

Ada juga Desi (bukan nama sebenarnya) yang kebetulan ikut dalam ajang curhat di Yayasan Embun itu. Sama dengan Dina, Desi juga ABG yang lemah.

Berawal dari SMS nyasar, Desi mengenal seorang remaja pria dari Kenjeran. Baru kenal pertama, sang pria berani mengajaknya keluar dan berkencan di hotel. "Pokoknya, saya tiba-tiba diajak ke hotel dan berhubungan intim," terangnya.

Desi pun hamil. Ayahnya yang sopir tidak mau menerima kehadiran Desi plus bayi yang baru dilahirkannya. Untung, tante Desi mau menampung bayinya itu.

Kini Desi sudah mulai bangkit dari keterpurukannya. Kendati agak malu-malu, dia juga mau bercerita. Hanya, pendidikannya hancur. Ketika kejadian memilukan itu, Desi sebenarnya sudah duduk di bangku kelas III SMK. Akibat peristiwa tersebut, gadis berparas hitam manis itu harus mengulangnya dari kelas I SMK.

Ada juga cerita tak kalah memprihatinkan. Seorang kakak beradik yang tinggal di kawasan Surabaya Barat mengalami nasib pedih. Keduanya sama-sama menjadi korban pergaulan menyimpang. "Dulu kakaknya. Dia diperkosa sampai harus melahirkan bayi," ujar Wahyu Laili.

Bahkan, bayi tersebut lahir prematur di sekolah dan menjadi berita besar di media massa. Sang kakak dulu juga harus menghadapi kasus hukum dengan disidang di pengadilan karena tudingan membunuh bayi.

Kini peristiwa yang sama menimpa adiknya. "Gara-gara perkenalan dengan pria tidak jelas, sang adik bernasib sama dengan kakaknya. Namun, bayinya lahir dengan selamat. Padahal, saya tahu mereka datang dari keluarga baik-baik," jelasnya. (git/end/mas)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bus Rombongan Pengantin Nyemplung Kali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler