Lepas KKN Tematik Unhas, Teman-teman Mahasiswa Ingat Ya Pesan Gus Menteri

Rabu, 23 Juni 2021 – 17:40 WIB
Mendes PDTT melepas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perhutanan Sosial Universitas Hasanuddin secara virtual, Rabu (22/6). Foto: Kemendes

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memberikan beberapa pesan kepada mahasiswa saat melepas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perhutanan Sosial Universitas Hasanuddin secara virtual, Rabu (22/6).

Dia menjelaskan sesuai arahan Presiden Joko Widodo kepada dirinya bahwa Dana Desa harus dirasakan oleh seluruh warga desa yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan Sumber Daya Manusia di Desa.

BACA JUGA: Ini Kebijakan Kemendes PDTT untuk Wujudkan Desa Bersih Narkoba

"Jika ditanyakan soal Dana Desa, mahasiswa Unhas bisa menjawab Dana Desa bisa digunakan untuk apa saja, yang penting untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia," kata Halim Iskandar.

Selanjutnya, tugas kedua yang diberikan kepada Kemendes PDTT oleh Presiden Joko Widodo ialah kehadiran Dana Desa harus dirasakan oleh seluruh warga desa yang sering disebut No One Left Behind (Tidak Ada yang Terlewatkan).

BACA JUGA: Gus Menteri Ingatkan Tugas dan Tanggung Jawab Para Pimpinan di Kemendes PDTT

"Untuk bisa maksimal di 74.961 desa, maka dirumuskanlah kebijakan pembangunan yang disebut SDGs Desa," ungkap Gus Menteri sapaan karibnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan SDGs Desa yang melokalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs Global) ke level desa.

BACA JUGA: Kemendes dan PT Balai Pustaka Kerja Sama Program 1.000 Taman Bacaan Desa Digital

SDGs Desa ialah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat.

SDGs Desa berbeda dengan SDGs Global, yaitu ada penambahan poin ke-18 yaitu Lembaga Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

"Ini sangat penting karena level desa harus betul-betul tidak lepas dari akar budaya setempat," kata Halim Iskandar.

"Makanya saya selalu mengatakan dimana-mana, jangan sekali-kali membangun desa keluar dari akar budayanya," jelas Doktor Honoris Causa dari UNY itu lebih lanjut.

Sebanyak 18 Goals itu, lanjut Gus Menteri, menjadi arah pembangunan desa dan pemanfaatan Dana Desa semakin maksimal.

SDGs Desa terbagi dalam dua bagian yaitu aspek Kewargaan pada enam poin pertama seperti soal kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.

"Aspek kedua merupakan Kewilayahan yang termaktub dalam poin ketujuh hingga ke-18," ungkap Gus Menteri.

Oleh karena itu, saat semua Goals ini terwujud dalam pelaksanaan pembangunan desa maka kontribusi SDGs Desa setara dengan 74 persen SDGs Nasional sesuai Perpres Nomor 59 Tahun 2017.

Dia pun memohon bantuan Mahasiswa KKN Unhas untuk memberikan pencerahan kepada warga desa agar semakin miliki wawasan yang lebih terbuka.

Menurut dia juga tugas utama Kemendes PDTT dalam peningkatan ekonomi desa yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"BUMDes ini Soko guru ekonomi desa jadi seluruh proses perekonomian desa harus melalui BUMDes," kata Gus Menteri

Tetapi harus diingat, BUMDes tidak bisa efek negatif bagi ekonomi desa. Oleh karena itu, unit usahanya tidak boleh sama dengan yang dikelola warga desa.

"Oleh karenanya, jika nanti adik-adik mahasiswa jika melihat ada BUMDes yang merugikan masyakat desa, tolong diingatkan karena kehadiran BUMDes untuk sebesar-besarnya untuk kesejahteraan warga," kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Kemendes PDTT juga mempunyai Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) yang juga salah satu upaya dalam membangun jaringan agar ada pendampingan maksimal dari kalangan untuk kampus untuk proses pembangunan di desa.

"Saya yakin ketika pertumbuhan ekonomi desa bagus dan kualitas warga bagus maka akan baguslah Indonesia karena pada hakikatnya Indonesia ialah Desa dan Desa ialah Indonesia," kata Gus Menteri. (jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler