Lepas Kontingen Indonesia ke SOWG 2023 Berlin, Menpora Dito Sampaikan Pesan Penting

Sabtu, 10 Juni 2023 – 22:24 WIB
Menpora Dito Ariotedjo bersama kontingen SOIna yang akan mewakili Indonesia untuk tampil di SOWG 2023 Berlin. Foto:Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kontingen special olympics Indonesia (SOIna) untuk Special Olympics World Games (SOWG) 2023 resmi dilepas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo pada Sabtu (10/6).

Keberangkatan kontingen Indonesia menuju ajang yang digelar di Berlin, Jerman itu menunjukkan kampanye Kemenpora yang tak hanya berfokus ke olahraga, tetapi juga olah rasa.

BACA JUGA: Pagu Indikatif Kemenpora TA 2024 Disetujui Komisi X DPR, Menpora Dito Sampaikan Terima Kasih

Orang nomor satu di dunia olahraga Indonesia itu menyebut bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberi ruang seluas-luasnya dan hak yang sama untuk seluruh masyarakat di tanah air untuk berolahraga hingga mengukir prestasi di berbagai ajang yang diikuti.

"Pemerintah melalui Kemenpora terus berupaya dan berkomitmen untuk memberi ruang dan hak yang sama untuk berolahraga, termasuk untuk berprestasi, tanpa membeda-bedakan," kata Menpora Dito.

BACA JUGA: Menpora Dito: Prestasi di APG 2023 Modal Penting Bagi Olahraga Disabilitas Indonesia

Sebanyak 22 atlet bakal mewakili Indonesia untuk olahraga dengan atlet berkebutuhan khusus itu pada 17-25 Juni mendatang.

Ada tujuh cabor yang diikuti oleh wakil merah putih, mulai dari atletik, renang, bowling, bulu tangkis, tenis meja, senam artistik dan senam ritmik.

Menpora Dito menjelaskan dikirimkannya atlet berkebutuhan khusus ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam hal ini Kemenpora kepada atlet berkebutuhan khusus.

Bukan hanya mengejar prestasi, tetapi solidaritas untuk memberikan ruang berkekpresi bagi atlet berkebutuhan khusus, juga jadi program Kemenpora.

"Sesuai tagline olahraga, olah rasa, dan olah karya. Komitmen ini menunjukkan pemerintah tidak pilih-pilih, atlet berkebutuhan khusus pun diberikan kesempatan yang sama untuk merasakan bersaing di level dunia," tuturnya

Dalam ajang SOWG, bukan hanya medali yang dikejar. Namun, yang lebih penting ialah rasa kemanusiaan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang berkebutuhan khusus untuk turut merasakan kompetisi dan menunjukkan talenta-talenta khususnya menghadapi atlet berkebutuhan dari 190 negara di dunia.

Menteri asal Partai Golkar itu menegaskan, pihaknya akan terus menjadi bagian yang aktif melakukan pembinaan dan pengembangan bagi atlet-atlet yang berkebutuhan khusus.

"Saya ingin mengajak kita semua dan semua pihak di luar sana, serta menunjukkan betapa olahraga dapat menjadi instrumen pengembangan mental dan sosial. Olahraga membangun kesetaraan," tegasnya.

Lebih lanjut, Menpora Dito bilang olahraga benar-benar dapat menjadi jalan serta menjadi sarana bagi atlet penyandang disabilitas intelektual untuk sejajar dengan siapa saja.

Dia memastikan bahwa esensi olahraga sejatinya ialah menjadi alat untuk peningkatan kesejahteraan, baik kesejahteraan lahir atau bugar fisiknya dan kesejahteraan batin, bahagia hatinya.

"Manusia pada akhirnya yang dinilai adalah karyanya, kontribusinya, dan perannya di masyarakat. Untuk itu, keikutsertaan kontingen ini ke Jerman jangan semata-mata ingin menang saja tetapi lebih pada menunjukkan kemampuan terbaik, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan talenta dan kemampuan," tandasnya. (dkk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler