Lettu Arif Aryo Prakoso Ditemukan Tewas dengan Wajah Tertutup Kresek, Neneknya Bilang Begini

Jumat, 08 November 2019 – 23:42 WIB
Lettu Arif Aryo Prakoso semasa hidup bersama keluarga. foto: repro/radarmalang

jpnn.com, SURABAYA - Kematian Perwira TNI AL Lettu Arif Aryo Prakoso di dalam kamarnya dengan wajah tertutup kresek putih, Kamis (7/11), memang masih menyisakan teka-teki.

Sebab, menurut keluarga korban, dia tak memiliki riwayat penyakit. Rio, sapaan akrab Lettu Arif Aryo Prakoso, juga tak pernah mengeluhkan apa pun.

BACA JUGA: Berita Duka, Lettu Arif Aryo Prakoso Meninggal Dunia, Wajahnya Tertutup Kresek

Karena itu, setelah diidentifikasi tim inafis dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk diautopsi.

Berdasar keterangan nenek Rio, Sutikah, bahwa pribadi cucunya itu memang tertutup. Ia juga kerap menuangkan isi hatinya dalam bentuk tulisan. Di lemari kamarnya, banyak tulisan korban. Namun, Sutikah tidak pernah membacanya.

BACA JUGA: Lihat, Beginilah Posisi Lettu Arif Aryo Prakoso Saat Ditemukan Meninggal di Kamarnya

Rio sudah sebulan ini datang ke rumah neneknya. Itu dilakukan setelah dia pulang dari berlayar. Menurut Sutikah, cucunya tersebut sebenarnya tinggal di Jakarta.

Tetapi, kalau cuti, dia selalu pergi ke Surabaya. Kebetulan, sekarang dia bertugas di Komando Armada II (Koarmada II).

BACA JUGA: Timnas Indonesia U-19 vs Hong Kong, Fakhri Berharap Dukungan Suporter Lebih Banyak

Sutikah pun menceritakan kronologi ketika menemukan cucunya sudah meninggal dunia. Pagi (7/11) itu, dia sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar Lettu Arif Aryo Prakoso. Namun, tak ada jawaban dari dalam kamar rumah di Jalan Kedung Anyar, Sawahan.

Ketika datang lagi untuk memastikan kondisi cucunya, Sutikah kaget bukan kepalang. Saat pintu kamar terbuka, dia menemukan Arif sudah tidak bernyawa dengan wajah tertutup kresek putih.

Tanpa pikir panjang, Ribut yang sehari-hari merawat Sutikah langsung memanggil tetangga untuk meminta bantuan. ’’Saya panggil Pak RT dan warga sekitar,’’ ucapnya Kamis sore (7/11).

Ribut dan Sutikah kaget bukan main. Mereka tak melihat tanda-tanda mencurigakan pada Rio. Bahkan, pukul 07.00 Ribut juga sempat mengetuk pintu kamar korban. Tujuannya, membangunkan korban untuk sarapan pagi. Sebab, menu sarapan nasi goreng sudah dibuat, tinggal dinikmati.

Sayang, masakan Ribut pagi itu urung dinikmati Rio lantaran sudah tak bernyawa lagi. Nenek korban menuturkan, saat itu kamar Rio memang tertutup rapat. Pintunya juga terkunci. Sutikah mengetahui cucunya meninggal setelah melihat posisi tidurnya berbeda. Belum lagi kresek putih menutupi mukanya.

Kondisi tersebut terlihat setelah dia mengintip dari jendela kamar yang kebetulan ada sedikit celah.

Warga yang datang pun tak berani mendobrak pintu dari luar. Mereka tetap menunggu kedatangan pihak berwajib.

Menurut Ribut, kamar korban baru didobrak sekitar pukul 14.00. Itu pun dilakukan setelah kesatuannya dan tim Inafis Polrestabes Surabaya datang ke rumah Rio.

BACA JUGA: Berita Duka, Sri Radrida Meninggal Dunia

Menurut dia, Rabu petang Rio memang sempat keluar rumah untuk ngopi. Rio kembali ke rumah sekitar 01.00. ’’Baliknya juga sendirian,’’ ujarnya.(radarmalang)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler