Letusan Lokon jadi Tontotan Warga

Selasa, 04 Desember 2012 – 02:44 WIB
TOMOHON - Gunung Lokon di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali meletus , Senin (3/12). Gunung api aktif ini memuntahkan lahar sebanyak dua kali sekira pukul 15:42 dan 15:43 Wita.

Letusan kali ini membuat debu vulkanik naik setinggi 4.000 meter. Pantauan harian ini, sejumlah kelurahan mulai terkena imbas dari letusan Lokon yang terbesar sejak 2011 ini. Yakni, Kelurahan Wailan, Tara-tara hingga pusat kota Tomohon terkena serpihan abu tipis yang dibawa air hujan.

“Letusan kali ini terbesar sejak 2011,” ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Lokon dan Mahawu Farid Bina, saat dihubungi Manado Post (JPNN Group), Senin (3/12) malam.

Pantauan Manado Post, warga tetap menjalani aktivitas seperti biasanya meskipun Lokon meletus. Tak terkecuali di Kelurahan Wailan Kecamatan Tomohon Utara yang terkena debu vulkanik. “Biasanya debu Lokon tidak sampai di kelurahan kami, tapi karena letusannya besar sampai juga debunya disini,” aku Jimmy Ruru, warga Wailan.

Warga Kelurahan Paslaten yang berada di dekat pusat kota pun tak menghiraukan letusan Lokon. Malahan, masyarakat hanya berkumpul dan menjadi letusan tersebut sebagai tontonan. Tak kurang, kamera digital, hp dipakai mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang tak ingin melewatkan momen tersebut.

“Letusan di sore hari, abu vulkanik nampak indah di angkasa untuk difoto,” ungkap David Husen warga Paslaten.

Lurah Kakaskasen 1 Emma Polii SPd memaparkan pihaknya telah menyiapkan lima titik evakuasi jika diperlukan adanya pengungsian, apalagi kalau status Lokon dinaikkan menjadi awas seperti 2011 lalu. “Sudah disiapkan lima pengeras suara di lima titik, sebagai salah satu alat komunikasi dengan warga, jika aktivitas Lokon terus meningkat,” pungkasnya. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PNS Kota Tegal Gunakan Absen Sidik Jari

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler