Letusan Slamet Setinggi 2.000 Meter

Kamis, 20 Maret 2014 – 02:54 WIB

jpnn.com - SLAWI - Letusan asap Gunung Slamet semakin tinggi. Pada pukul 08.47, Rabu (19/3), puncak letusan asap mencapai 2.000 meter. Peristiwa itu terlihat jelas dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

"Letusan tadi memang kuat," kata Sukedi, pengamat gunung api di Pos Pengamatan Gunung Slamet.

BACA JUGA: Perdagangan Harimau Sumatera Meningkat

Menurut dia, asap kelabu pekat yang membawa abu vulkanik itu terbawa angin ke arah barat laut. Selain itu, letusan asap itu merupakan yang terbesar sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Slamet dari normal ke waspada pada Senin malam pekan lalu.

Berdasar data dari Pos Pengamatan Gunung Slamet, sejak Rabu pukul 00.00 sampai 06.00, Gunung Slamet meletuskan asap sebanyak sepuluh kali dengan ketinggian berkisar dari 300 meter sampai 1.500 meter. Setelah sempat mereda, Gunung Slamet kembali meletuskan asap pada pukul 07.55 dengan ketinggian sekitar 900 meter. Hampir semua letusan asap itu terbawa angin ke arah barat laut.

BACA JUGA: Operasi Sky Air Terancam Dibekukan

Sukedi mengatakan, aktivitas Gunung Slamet memang meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Selain dari pengamatan visual terhadap letusan asap, peningkatan aktivitas gunung berapi setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu juga tercatat dari rekaman seismograf. Dari pukul 00.00-06.00, gempa embusan dan gempa letusannya masing-masing tercatat tiga kali.

Kendati demikian, Sukedi berujar bahwa peningkatan aktivitas itu tidak mengubah status Gunung Slamet dari waspada. Namun, dampak dari kuatnya letusan asap itu, sejumlah daerah di kaki Gunung Slamet diguyur abu vulkanik. "Statusnya belum berubah, masih Waspada," ujarnya.

BACA JUGA: Satwa KBS Paling Sehat Banyak Ditukar

Mendengar peristiwa tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal pun bergegas membagikan masker kepada warga di Kecamatan Bojong. Selain itu, masker juga dibagikan di Kecamatan Bumijawa oleh pihak Puskesmas Bumijawa. "Memang tidak setebal abu dari Gunung Kelud pada Februari lalu. Tapi kalau terkena mata tetap pedih rasanya," kata Wijayanto, 45, warga Desa Rembul. (yer)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 200 Ribu Rumah Belum Ber-IMB


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler