Lewat Program Pijar, CT ARSA Foundation Kirim Sukarelawan Guru Muda Ke Pelosok

Kamis, 30 November 2023 – 23:34 WIB
CT ARSA Foundation melalui program PIJAR atau Pi'Mengajar batch tiga kembali mengirimkan relawan guru muda ke pelosok negeri. Foto: Firda Junita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - CT ARSA Foundation melalui program Pijar atau Pintar Mengajar batch tiga kembali mengirimkan relawan guru muda ke pelosok negeri.

Program Pijar merupakan pengiriman sukarelawan pendidikan, yang dikenal dengan Guru Muda ke berbagai wilayah sulit terjangkau di Indonesia selama satu tahun.

BACA JUGA: Guru Muda Garda Depan Membangun Pendidikan di Rote Ndao NTT

Program Pijar tahun ketiga kali ini, mengirim 10 relawan yang telah melewati tahapan proses seleksi sejak Agustus 2023, dari jumlah pelamar sebanyak seratus orang.

Seluruh sukarelawan yang lolos seleksi harus menjalani pelatihan mental dan fisik agar relawan siap dan mampu menjalani masa pengabdian di wilayah yang telah ditentukan.

BACA JUGA: Bantu Guru Muda Garda Depan di Rote Ndao, FIFGROUP Donasikan 3 Sepeda Motor

CT ARSA Foundation bekerja sama dengan Batalion Infanteri 4 Marinir TNI AL untuk memberikan pelatihan selama lima hari di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

"Jadi, kami enggak sembarangan mengambilnya, dites, dan siap mendidik anak-anak di remote area dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan dan kesehatan yang optimal," ujar Ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/11).

BACA JUGA: Bayangkan Dampaknya Jika Guru Mudah Diambil dan Dibuang karena Status Kontrak

Para sukarelawan Guru Muda itu tak hanya dituntut mengajarkan anak-anak pelosok baca, tulis, hitung (calistung).

Akan tetapi, mereka juga dituntut untuk melakukan perubahan nyata terhadap lingkungan sekitar.

"Di Pijar bukan hanya mengajar, tetapi pendampingan yang kita sebut sebagai Piles, pergi les. Jadi, guru-guru muda ini setelah jam sekolah selesai, sore, mereka mengajak anak-anak untuk belajar, tetapi sambil bermain," tutur Anita.

Kemudian, mereka juga berupaya mewujudkan ketahanan pangan. Salah satunya mengajarkan cara menanam bibit hingga panen.

"Jadi, ini tidak hanya mengajarkan saja, tetapi juga harus mengubah lingkungan sekitarnya supaya menjadi sejahtera," ucap Anita.

Selanjutnya, para guru muda juga bakal membekali anak-anak di sana dengan pelajaran budi pekerti dan mengenai toleransi.

Adapun program Pijar CTARSA Foundation bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan hingga pelosok Indonesia serta memberikan kesetaraan kualitas pendidikan bagi Masyarakat di wilayah sulit terjangkau. (mcr7/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Firda Junita

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler