Libatkan Pembunuh Bayaran, Ini Perampokan Sadis Banget

Minggu, 16 November 2014 – 07:05 WIB

jpnn.com - TASIK – Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap otak pelaku pembunuhan Ai Cucu (40) dan anaknya Elis Ristiana (23) di Kampung Sindangjaya Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya yang terjadi pada Minggu, 9 November lalu.

Otak pelaku pembunuhan sadis itu diduga adalah Dani (43). Dani dalam melancarkan aksinya dibantu oleh seorang pembunuh bayaran, Indra (24).

BACA JUGA: Pulang dari Jepang, Jadi Begal Motor

Hal tersebut dibeberkan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Mochammad Iriawan SH MM MH saat melakukan ekspose pembunuhan ibu dan anak didampingi Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK di Mapolresta Tasikmalaya kemarin (15/11).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK menerangkan kedua tersangka itu sudah merencanakan aksi pembunuhan sejak Kamis (6/11). Indra merupakan mantan mekanik yang pernah bekerja di bengkel motor milik Dani.

BACA JUGA: Berawal dari FB, Berakhir Tragis di Kamar Kos

Dani mengajak Indra melakukan pembunuhan dengan imbalan Rp 4,5 juta. Keduanya kemudian mulai bergerak ke rumah korban pada Minggu (9/11) sekitar pukul 02.00 dengan membawa besi yang panjangnya sekitar 25 centimeter dan diameter sekitar 4 centimeter.

Dini hari itu, Dani mengetuk pintu rumah Ai Cucu. Pintu dibuka oleh Elis. Saat pintu terbuka Dani langsung menghantam wajah Elis tiga kali dengan besi yang dibawanya.

BACA JUGA: Bapak dan Anaknya Kompak Perkosa Keponakan

Elis pun jatuh terlentang dengan berlumuran darah dan diikat oleh pelaku. Setelah Dani mengikat Elis, langsung masuk ke kamar Ai Cucu. Ai yang sedang tertidur pulas di kasur langsung dihantam pakai besi yang sama oleh Dani.

Dani menggusur Ai dari atas kasur ke lantai. Setelahnya, leher Ai dicekik hingga putus oleh Indra. Selanjutnya Dani dan Indra menginjak-nginjak dada Ai yang sudah tidak berdaya hingga tulang rusuknya remuk dan tewas.

Kemudian, Elis yang tidak sadarkan diri di tengah rumah diseret ke kamar Ai Cucu. Elis saat diangkat ke kasur sempat sadarkan diri. Kemudian Indra langsung mencekik Elis hingga tidak bernafas.

Indra pun dengan sadis meremukan tulang rusuk Elis dengan lutut, lalu dada Elis diinjak-injak. ”Elis sudah berdarah-darah,” beber Noffan.

Setelah menyelesaikan pembunuhan, kedua pelaku kemudian menjarah harta korban berupa satu unit mobil Suzuki Baleno, dua unit motor Xeon bernopol Z 6790 LI dan Mio bernopol Z 4608 KP serta sejumlah uang. Dani membawa uang sebesar Rp 12 juta, sedangkan Indra Rp 3,5 juta.

Dani memberikan uang Rp 2,5 juta kepada Indra dari hasil pencurian Rp 12 juta. Setelah bagi-bagi uang, kedua motor hasil curian itu di simpan di area Pasar Cikurubuk.

Kedua pelaku pun kembali lagi ke rumah Ai Cucu untuk mengambil Baleno Z 1009 HN dengan menggunakan jasa becak.

Menurut Noffan, kedua pelaku sengaja meninggalkan kedua motor tersebut untuk mengambil mobil Baleno. ”Saya dapat (keterangan dari) tukang becak,” ungkapnya. (mg10)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ngutil Susu Bayi, Fatimah Dibawa ke Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler