Liga Belanda Dihentikan, Tak Ada Juara, Tanpa Degradasi

Sabtu, 25 April 2020 – 09:57 WIB
Pemain Ajax dalam sebuah selebrasi gol. Foto: ANTARA/Twitter/@AFCAjax/aa.

jpnn.com, AMSTERDAM - Operator liga di Belanda memutuskan menghentikan Eredisivie (kasta pertama) dan Eerste (kedua) musim 2019/20, menyusul perpanjangan masa karantina wilayah pencegahan pandemi COVID-19 di negara tersebut hingga 1 September 2020.

Pihak operator bersama federasi sepak bola Belanda, KNVB, memutuskan musim ini Eredivisie dan Eerste Divisie tanpa juara maupun promosi/degradasi karena masih banyak sisa pertandingan yang belum dimainkan.

BACA JUGA: Wabah Corona: Ajax Minta Asisten Pelatih Menjauh dari Klub

"Tidak ada juara, baik untuk Eredivisie maupun Eerste Divisie. Saat ini, dalam keadaan ini, tidak pantas membicarakan juara," demikian tulis pernyataan yang dilansir laman resmi Eredivisie.

Di Eredivisie saat ini, Ajax memimpin klasemen dengan raihan 56 poin dan hanya unggul selisih gol dibandingkan AZ Alkmaar di posisi kedua. Eredivisie masih menyisakan 8-9 pertandingan lagi sebelum musim ditangguhkan dan akhirnya dihentikan.

BACA JUGA: Liga Belanda: Ajax Takluk di Kandang Groningen dengan Skor 1-2

Sedangkan Eerste Divisie menyisakan sembilan pekan pertandingan lagi dan SC Cambuur Leeuwarden memimpin klasemen dengan koleksi 66 poin, unggul empat poin atas De Graafschap di posisi kedua.

Untuk alokasi tiket ke kompetisi antarklub Eropa, KNVB memutuskan membagikannya ke lima klub teratas klasemen terkini Eredivisie.

BACA JUGA: Jumlah Korban Tewas Akibat Corona Tembus 50 Ribu, Donald Trump Malah Bikin Candaan Tidak Lucu

Pasalnya, partai final Piala Belanda antara FC Utrecht vs Feyenoord yang sedianya digelar 19 April juga batal digelar karena corona, sehingga jatah tiket ke fase grup Liga Europa diberikan ke tim urutan ketiga klasemen.

Maka, Ajax memperoleh tiket playoff Liga Champions dan AZ babak kedua kualifikasi Liga Champions. Feyenoord ke fase grup Liga Europa, sedangkan PSV Eindhoven dan Willem II bakal memulai di kompetisi itu dari babak kedua kualifikasi.

"Alokasi tiket kompetisi Eropa ini, masih akan menunggu konfirmasi UEFA," demikian tulis pernyataan Eredivisie.

Sementara itu, keputusan menganulir promosi/degradasi menguntungkan RKC Waalwijk yang sejak awal musim terkapar di posisi juru kunci klasemen dan kini memiliki 15 poin serta ADO Den Haag (19) di urutan ke-17.

Fortuna Sittard (26) yang ada di urutan ke-16 juga diuntungkan sebab tak harus menghadapi wakil tim Eerste Divisie untuk menghindari degradasi dalam format kompetisi normal.

Ajax menerima keputusan tak ada juara Eredivisie musim ini, tetapi putusan itu direspons dengan kekecewaan oleh FC Utrecht dan SC Cambuur Leeuwarden.

"Kami memimpin klasemen hampir sepanjang musim, memang disayangkan tidak bisa menjadi juara, tetapi menilik situasi saat ini, hal itu bisa dipahami," kata Direktur Pemasaran Ajax Edwin van der Sar kepada kanal video klub dilansir Reuters, Jumat WIB.

"Saat ini ada banyak hal yang lebih penting dibanding sepak bola," ujar legenda Ajax dan Manchester United itu menambahkan.

Namun, keputusan KNVB yang juga meliputi penganuliran promosi dan degradasi serta penentuan alokasi tiket kompetisi Eropa tidak diterima dengan baik oleh Utrecht dan Cambuur.

Cambuur yang saat ini memimpin Eerste Divisie (divisi dua) dengan koleksi 66 poin harus menunda ambisi mereka promosi ke Eredivisie sebab tak ada promosi/degradasi musim ini.

"Ini skandal terbesar sepanjang sejarah olahraga Belanda," kata pelatih kepala Cambuur, Henk de Jong.

Sedangkan Utrecht, yang memesan satu tempat di partai final Piala Belanda melawan Feyenoord, harus merelakan satu tiket fase grup Liga Europa tak bisa mereka raih lewat perjuangan di atas lapangan.

Keputusan menghentikan sepak bola di Belanda, praktis membuat final Piala Belanda tak digelar dan tiket fase grup Liga Europa langsung diberikan kepada Feyenoord yang saat ini berada di urutan ketiga klasemen Eredivisie.

"Tak bisa diterima bahwa Piala Belanda diabaikan sama sekali dan tak menghasilkan tiket ke kompetisi Eropa seperti seharusnya," demikian pernyataan resmi Utrecht.

Penghentian kompetisi membuat Utrecht juga kehilangan kesempatan meraih tiket ke Eropa lewat jalur liga, padahal mereka berada di urutan keenam dan hanya tertinggal tiga poin dengan satu laga simpanan dari Willem II di urutan kelima. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler