Lihat Itu Lomba Joget Gemoy, Dedi Bilang Membawa 2 Kebahagiaan

Senin, 27 November 2023 – 10:02 WIB
Lomba joget gemoy. Foto: ANTARA/HO-Dok Dedi Mulyadi

jpnn.com - PURWAKARTA - Sekitar 500 warga mengikuti lomba joget 'Bapak Gemoy' yang diinisiasi politisi Partai Gerindra Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (25/11) malam.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah menilai Lomba Joget Gemoy yang diinisiasi oleh mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi itu menjadi cara cerdas dalam berpolitik dan berpotensi menaikkan elektabilitas capres Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Prabowo Gemoy, Apa sih Artinya? Oh, Ternyata

"Lomba joget seperti itu sangat disukai segmen pemilih muda yang makin meningkat jumlahnya. Ini cara cerdas mendongkrak elektabilitas Prabowo-Gibran," kata Toto, melalui sambungan telepon, di Kabupaten Purwakarta, Jabar, Minggu (26/11).

Toto menilai, cara tersebut bukan hanya meredam suhu panas politik nasional, tetapi juga dapat mendongkrak elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka makin moncer.

BACA JUGA: Apa Tim AMIN Kurang Kerjaan sampai Sohibul PKS Mengkritisi Narasi Prabowo Gemoy?

Apalagi ada pesan moral yang sangat kuat tentang politik riang gembira dengan tidak mengumbar cacian, hinaan dan fitnah. Inilah juga yang membedakan Prabowo hari ini dengan Prabowo pada Pilpres 2019 lalu.

“Seperti yang terpotret di survei LSI Denny JA, Prabowo hari ini memiliki dua keunggulan personal, yaitu sosok yang dipersepsi strong leader, tapi sekaligus figur yang mulai kuat aspek humanisnya," kata Toto.

BACA JUGA: Bersuara Keras soal Gemoy sebagai Gimik, Sohibul Iman PKS: Tidak Sehat

Dedi mengatakan lomba Joget Gemoy membawa kebahagiaan bagi seluruh rakyat.

Pertama, iringan hujan membawa kebahagiaan bagi para petani yang bisa kembali beraktifitas bersawah menghasilkan beras, telur hingga daging untuk melahirkan generasi gemoy.

Saat ini, kata Dedi, masyarakat tengah gandrung dengan istilah gemoy yang mencitrakan pada sosok Prabowo Subianto.

"Saat ini bapak gemoy adalah bapak yang paling digemari di Indonesia," ucapnya.

Kebahagiaan kedua adalah bagi para ibu-ibu yang sibuk mengurusi rumah tangga hingga ekonomi keluarga. Meski begitu kaum ibu tetap menanggapi riang gembira dengan berjoget.

"Ocehan dan nyinyiran itu bagaikan vitamin dan nutrisi. Sehingga hidup bahagia bilamana menerima ocehan dan nyinyiran dengan lapang dada dan riang gembira," ujarnya.

Dalam menghadapi tahun politik, Dedi mengusung politik gemoy yang merupakan politik riang gembira.

Baginya tidak masalah 'gemoy' dicaci karena hal tersebut tidak akan dihiraukan.

Sebab, kata Dedi, jika hal tersebut ditanggapi malah akan mereka yang benci dan mencaci akan senang. Sebaliknya jika dihiraukan akan membuat para pencaci merana.

"Narasi gemoy itu dibangun oleh publik yang disematkan pada Pak Prabowo dan diterima sebagai kebahagiaan dalam bentuk aktivitas joget yang lahir dari gerakan silat dan tradisi di keluarganya," kata Dedi Mulyadi. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler