Lihat Nih, Kapal Latih TNI AL Pengganti Dewaruci

Minggu, 11 September 2016 – 12:51 WIB
KRI Bimasuci. Foto: Dinas Penerangan Angkatan Laut

jpnn.com - JAKARTA - TNI AL akan memiliki kapal latih tiang tinggi (tall ship) baru, bernama KRI Bimasuci pada 2017. Kapal ini rencananya akan menjadi penerus KRI Dewaruci, yang sudah menjadi kapal latih taruna AL selama enam‎ dasawarsa.

Seperti dilansir dalam siaran pers Kasubdispenum Dispenal Letol Laut (KH) Heddy Sakti,‎ pemotongan perdana baja (steel cutting) sebagai tanda dimulainya pembangunan KRI Bimasuci berlangsung di Galangan Contruccion Navales Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol, pertengahan November 2015.

BACA JUGA: Di Sinilah Besok Presiden Jokowi Salat Idul Adha

Bimasuci adalah kapal layar kelas Barque, yaitu kapal layar yang memiliki dua tiang dengan layar persegi. Kapal layar tiang tinggi ini memiliki panjang 110 meter dan lebar 13,5 meter melebihi KRI Dewaruci yang hanya memiliki panjang 58 meter dan lebar 8 meter. Dengan ketinggian mencapai 50 meter, KRI Bimasuci jauh lebih menjulang daripada KRI Dewaruci yang memiliki ketinggian 35 meter.

Keunggulan lainnya yang dimiliki KRI Bimasuci, antara lain, jumlah layar 26 buah, sedangkan KRI Dewaruci 16 buah. Jika di KRI Dewaruci tidak terdapat ruang kelas, maka KRI Bimasuci menyediakan ruang kelas secara khusus sebagai tempat belajar para taruna AL saat berlatih dalam operasi. Ruang kelas yang tersedia mampu memuat 100 orang taruna.

BACA JUGA: Ingat Ya, Jangan Pakai Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

KRI Dewaruci memanfaatkan geladak terbuka sebagai ruang rekreasi, sementara KRI Bimasuci menyiapkan ruang rekreasi dalam sebuah ballroom berukuran 11 x 10,5 meter. Tingkat kenyamanan juga jauh lebih meningkat, sebab KRI Bimasuci menyiapkan perangkat multimedia.

KRI Bimasuci mampu menyediakan akomodasi bagi 203 personel. Kecepatan maksimal mencapai 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin dan 15 knot jika menggunakan layar. Sementara itu untuk tingkat endurance (ketahanan berlayar tanpa mengisi BBM) dapat mencapai 30 hari. Kapal layar tiang tinggi ini pun dilengkapi dengan 5 dek, 7 kompartemen, dan 48 blok.

BACA JUGA: Mensos Kaget Lokalisasi Sintai Masih Beroperasi

Pada 27 Januari 2016 lalu, KRI Bimasuci memasuki tahap peletakan lunas (keel laying). Dalam sambutannya, Direktur Galangan Guillermo Freire Garcia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya untuk membuat kapal layar latih.

"Sebuah kepercayaan, sekaligus tantangan bagi kami, karena kami tahu bahwa pendahulu kapal ini, yakni KRI Dewaruci telah menjadi kapal yang terkenal dan menjadi legenda dunia," kata Guillermo.

Rencananya, pihak galangan  akan meluncurkan kapal layar tiang tinggi tersebut ke laut pada pada akhir September 2016. Pada Januari hingga Mei 2017 kapal layar itu akan menjalani tahap harbour trial dan sea trial.‎ (mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Semen Indonesia Salurkan 191 Hewan Kurban Senilai Rp 4,5 miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler