Lika-liku Para Kuasa Hukum Temui Terpidana Mati di Nusakambangan

Sabtu, 07 Maret 2015 – 16:16 WIB
Pengacara Australia Julian McMahon (kanan) dan Konjen Australia di Bali Majell Hind usai dari Lapas Nusakambangan untuk menjenguk dua terdakwa mati Myuran Sukumaran and Andrew Chan. (Darren Whiteside/Reuters)

jpnn.com - SITUASI Pulau Nusakambangan makin tidak menentu akibat tarik ulur jadwal eksekusi para terpidana mati. Hal itu membuatg sejumlah kuasa hukum terpidana mati juga makin cemas atas kondisi kliennya. Mereka pun berupaya menemui kliennya di Nusakambangan. Berikut cerita lika-liku upaya kuasa hukum menemui para terpidana mati.

Para kuasa hukum itu sempat dipingpong Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. 

BACA JUGA: Indonesia Harus Siap Jika Ada WNI Dihukum Mati karena Narkoba

Di antaranya adalah Leonard (kuasa hukum duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran) serta Utomo Karim dkk (Raheem Agbaje). 

Bersama salah seorang kuasa hukum terpidana mati, kemarin (6/3) wartawan Jawa Pos (Induk JPNN) Ilham Wancoko masuk ke pulau dengan tujuh kompleks penjara tersebut. Tepatnya di Lapas Besi, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, tempat Andrew, Myuran, dan Raheem diisolasi 

BACA JUGA: Indonesia Harus Siap Jika Ada WNI Dihukum Mati karenaNarkoba

Sekitar pukul 08.30 sejumlah pengacara itu telah tiba di Dermaga Wijaya Pura. Petugas penjaga dermaga langsung menolak kuasa hukum tersebut menyeberang masuk ke Nusakambangan. Padahal, sehari sebelumnya (5/3) mereka dijanjikan untuk bisa masuk. 

Akhirnya para kuasa hukum itu menghubungi Kepala Kejari (Kajari) Cilacap Eduard Kaban. Kaban saat itu hanya meminta para kuasa hukum menunggu. 

BACA JUGA: Ingin Menarik Simpati Warganya, Abbot Permainkan Citra Indonesia

Akhirnya para kuasa hukum tersebut menghubungi Kepala Lapas Besi Yudi Suseno. Namun, Yudi tidak memberikan kejelasan. Dia malah meminta kuasa hukum terpidana menemui Kajari Cilacap. 

Sekitar pukul 11.00 para kuasa hukum masih berupaya menghubungi sejumlah orang. Akhirnya, setengah jam kemudian, mereka mendapat titik terang. 

Ada orang yang akan menjemput dari Lapas Besi. Mereka mendapat izin untuk masuk. Tidak berapa lama, beberapa perwakilan dari Kedubes Australia datang. Perwakilan kedubes itu ikut masuk ke Nusakambangan.

Tidak lama kemudian petugas Lapas Besi tiba di dermaga. Mereka mengajak para kuasa hukum menyeberang. Menggunakan kapal kayu bermesin, dalam sepuluh menit rombongan petugas lapas dan kuasa hukum menginjakkan kaki di pulau yang dipisahkan Selat Segara Anakan tersebut. 

Menggunakan dua mobil milik lapas, rombongan meluncur ke Lapas Besi. Hutan semak belukar terlihat di awal perjalanan. Setelah itu tampak kompleks Lapas Terbuka yang cukup sepi. Sepanjang perjalanan, tidak tampak orang yang hilir mudik. Setelah melewati beberapa lapas, dalam 15 menit rombongan tiba di Lapas Besi. (idr/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Main Api dengan Indonesia, Tony Abbot Blunder


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler