Lima Polisi Ditembaki, Pelaku Berpostur Militer

Sabtu, 18 Agustus 2012 – 06:05 WIB
SOLO - Momen mudik lebaran dan HUT Kemerdekaan RI ke-67 di Kota Solo diwarnai aksi brutal. Lima polisi yang berjaga di Pos Pam 5 Arus Mudik di perempatan Gemblegan, Kecamatan Serengan ditembaki pengendara motor misterius, Jumat (17/8) dini hari. Dua anggota polisi terkena peluru tajam. Beruntung, nyawa keduanya terselamatkan.

Dua korban adalah Brigadir Satu Kukuh Budiyanto, 26, anggota Satlantas Polresta Solo dan Bripka Endro Margiyanto, 47, anggota Satuan SPK Polsek Serengan. Briptu Kukuh terluka di bagian jempol kaki kiri dan hanya menjalani rawat jalan. Sedangkan Bripka Endro dirawat inap di RS Kasih Ibu lantaran terkena tembakan di pinggang bagian kiri.

Saat kejadian, sepuluh anggota polisi berjaga di Pos Pam 5. Lima di antaranya tengah duduk di kursi bagian depan. Sebagian tengah duduk-duduk, yang lain sedang berdiri memeriksa peta arus mudik. Sisanya berada di sekitar pos. Nahas menimpa kelima anggota polisi yang berada di bagian depan pos. Mereka diberondong tembakan dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Dua korban mengalami luka. Sedangkan tiga polisi lain bisa menyelamatkan diri. Mereka adalah Iptu Sugiyanto, Brigadir Aris, dan Briptu Boby.

Informasi yang dihimpun Radar Solo di lokasi kejadian, insiden penembakan terjadi sekitar pukul 01.10."Kondisi perempatan yang menghubungkan Jalan Veteran dengan Jalan Yos Sudarso tampak lengang. Karenanya, situasi sepi ini tak mengundang kecurigaan petugas yang tengah berjaga. Tiba-tiba, dua orang berboncengan sepeda motor menembaki petugas jaga.

"Gak"jelas maksudnya, tiba-tiba memberondong. Anggota langsung tiarap. Interval tembakan jarang-jarang," ungkap anggota yang turut berjaga, Brigadir Aris.
Ditengarai, pelaku datang dari arah barat ke timur di Jalan Veteran. Pelaku diduga mengendarai sepeda Motor Yamaha Mio warna putih. Setelah mengumbar peluru timah panas, pelaku berbelok kiri ke arah utara Jalan Yos Sudarso. Dalam kecepatan rendah, pelaku terus menembaki petugas yang sedang duduk-duduk di pos secara membabi buta.
Bahkan, beberapa saksi menyebut, pelaku sempat berhenti 15 meter usai melintas di pos sambil terus meletuskan tembakan. Polisi yang berada di Pos Pam hanya bisa berlindung di balik dinding depan yang terbuat dari triplek. Sejumlah anggota polisi tak sempat membalas tembakan lantaran tidak menyandang senjata api.

"Awalnya saya kira mercon, suaranya keras. Door, door, door. Kira-kira sebelas tembakan. Yang keempat atau lima suaranya keras. Pelaku sempat berhenti, sambil terus menembak. Mungkin menghabiskan peluru," ungkap Fajar Mahardi, satpam BPR Central International yang saat kejadian berada tak jauh dari lokasi.
"
Sejumlah saksi jelas melihat, kedua pelaku mengenakan jaket kulit warna hitam dan celana panjang gelap. Ahmad Kamdani, 62, seorang pengemudi becak yang mangkal berseberangan jalan dengan pos menyatakan, kedua pelaku mengenakan helm. Menurutnya, pelaku yang kendalikan kemudi mengenakan helm warna hitam. Sedangkan pelaku di belakang mengenakan helm warna putih.

"Kalau"gak"salah yang belakang yang"nembak. Karena tangan terlihat ke arah pos. Yang di depan pegang stang. Keduanya melaku ke arah Nonongan," papar warga Watu Kelir, Sukoharjo ini.

Situasi di persimpangan itu mendadak dipenuhi kepanikan. Suara letusan senjata api cukup menyita perhatian. Para korban yang merintih kesakitan di Pos Pam langsung dilarikan ke rumah sakit. Lokasi kejadian yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dengan Polsek Serengan membuat evakuasi korban berjalan cepat. Kedua korban langsung dibawa ke RS Kustati Pasar Kliwon. Briptu Kukuh mendapat perawatan medis atas luka di jempol kaki kiri. Sedangkan Bripka Endro dirujuk ke RS Kasih Ibu untuk menjalani operasi pengambilan proyektil.

"Waktu dibawa ke RS korban sadar. Masih bisa diajak bicara," terang dokter berjaga di IGD RS Kasih Ibu yang enggan dikorankan.

Tak menunggu lama, polisi bersenjata lengkap langsung berjaga di lokasi kejadian. Garis pembatas turut dipasang hingga radius 20 meter. Kondisi jalan ke arah utara dialihkan sementara. Tim identifikasi Polresta Solo langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Di lokasi ditemukan 9 selongsong peluru yang tersebar di jalan.

"Selongsong ada cap"hucker"dan CTM. Berarti peluru luar negeri, kalau pindat ada cap"pin. Senjata berjenis pistol. Tetapi masih kami dalami," ungkap Kapolresta Solo Kombes Pol Asjima"in di lokasi kejadian.

Sementara, sekitar pukul 11.00, petugas dari"Indonesia Automatic Fingerprint Identification"(Inafis) Polda Jateng melakukan olah TKP mengumpulkan seluruh barang bukti. Petugas juga memeriksa lubang-lubang bekas tertembus peluru di dinding kayu Pos Pam.

Terdapat 14 bekas tembakan. Dari penelusuran, ditemukan enam proyektil peluru kaliber 9 mm. Tim identifikasi juga menemukan sembilan selongsong peluru yang diduga dari senjata api jenis FN Hungary."Kita lakukan identifikasi. Kami masih mempelajari rekaman CCTV (closed circuit television) yang ada di lokasi," tandas kapolresta. (tri/mas)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenag Percepat Sidang Isbat

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler