Lippo Karawaci Optimistis Kinerja Membaik

Kamis, 27 Mei 2021 – 22:52 WIB
Rumah di Cendana Icon. Foto: Lippo Karawaci

jpnn.com, JAKARTA - CEO PT Lippo Karawaci (LPKR) John Riady mengatakan, tahun 2020 merupakan periode yang baik bagi bisnis perseorannya di bidang properti.

LPKR berhasil membukukan pra-penjualan lebih dari Rp 2,67 triliun. Angka itu naik 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Naik 47 Persen, Ebitda Lippo Karawaci Mencapai Rp 1,9 Triliun

John pun optimistis 2020 merupakan titik balik bagi bisnis properti LPKR.

“Hal itu divalidasikan oleh suksesnya peluncuran unit di Lippo Village. Seluruh unit yang ditawarkan dalam acara peluncuran habis dalam waktu beberapa jam,” kata John, Kamis (27/5).

BACA JUGA: Pra-Penjualan Lippo Karawaci Naik 45 Persen

Dia menambahkan, pada lini recurring revenue, Siloam menunjukkan pertumbuhan Ebitda yang kuat.

Hal itu didukung oleh perbaikan margin berkat bantuan dokter dan perawat yang berada di lini terdepan dalam mengatasi covid-19.

John tidak memungkiri bisnis recurring revenue yang lain mengalami dampak buruk akibat dari pandemi covid-19.

“Namun, kami sudah mulai bisa melihat pemulihan bisnis serta kehidupan yang mendekati normal,” tegas John.

Dalam publikasi hasil riset Mandiri Sekuritas pada 11 Mei 2021, tim analis menyebutkan proyeksi laba bersih LPKR pada 2021 akan mencapai Rp 913 miliar.

Adapun secara valuasi, price to earning ratio (PER) LPKR sebesar 15,8 kali dan price to book value (P/BV) 0,5 kali.

Analis Mandiri Sekuritas Robin Sutanto menyebutkan pada 2020 kinerja LPKR mengalami perbaikan pada kuartal keempat.

Pendapatan LPKR mencapai Rp 3,4 triliun atau tumbuh empat persen quarter on quarter (qoq).

Hal tersebut didorong serah terima proyek-proyek properti yang terus berjalan dan moncernya bisnis kesehatan.

Pada 2020, LPKR pun membukukan pendapatan Rp 11,96 triliun. Angka itu turun tiga persen secara yoy dari Rp 12,32 triliun pada 2019.

Namun, pendapatan LPKR mencapai 93 persen dari proyeksi target Mandiri Sekuritas yang sebesar Rp12,93 triliun dan 101 persen proyeksi konsensus analis (Rp11,86 triliun). (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler