Lontaran Lava Pijar Gunung Slamet Hingga 2 Kilometer

Senin, 18 Agustus 2014 – 08:40 WIB

jpnn.com - PULOSARI - Gunung Slamet yang hingga saat sekarang berstatus siaga terus mengalami peningkatan aktivitasnya.

 

Pada Sabtu aktivitas munculnya sinar api yang disertai lava pijar semakin meningkat, lontaran lava pijar yang ditimbulkan ketinggiannya mencapai hampir 1000 meter dan terlontar sejauh 2 kilometer keluar dari kawah dan sampai ke semak-semak.

BACA JUGA: Bupati Enthus: Indonesia Masih Terjajah

Menurut Sukedi pengamat di Pos Pengamatan Gunung Slamet Gambuhan, lontaran lava pijar tersebut dikhawatirkan akan membakar semak-semak yang kering, karena lontaranya sudah hampir mencapai semak-semak tersebut.

BACA JUGA: Kemacetan Mudik 2015 Geser ke Perbatasan Jateng

“Memang Sabtu kemarin lontaran lava pijar sangat tinggi dan sering terdengar dentuman yang sangat keras hingga sempat membuat warga panik dan ketakutan, akan tetapi walaupun demikian aktifitas yang terjadi di Gunung Slamet sampai dengan sekarang perkembanganya masih fluktuatif,” tegasnya Minggu (17/8).

Data yang diperoleh dari Pos Pengamatan Gambuhan pada 17 AQgustus 2014 jam 00.06-12.00 adalah teramati asap hembusan berwarna putih tebal dengan ketinggian 150-200 meter, suara gemuruh terdengar 2 kali dan suara dentuman terdengar hingga 14 kali, sedangkan letusan abu yang terjadi sebanyak 14 kali berwarna kecoklatan dengan ketinggian 150-500 meter.

BACA JUGA: Rumah Adat Labuhanbatu Segera Dibangun di TMII‬

Adapun kegempaan yang terjadi adalah 53 kali gempa letusan dan 136 kali gempa hembusan, data yang terekam setiap 6 jam tersebut memang terus mengalami perubahan, ada penurunan bahkan ada peningkatan yang terjadi.

Namun demikian warga diimbau jangan sampai berada atau melakukan aktivitas di radius 4 kilometer karena ancaman bahaya yang ditimbulkan gunung tersebut dikhawatirkan akan datang yaitu akan terkena lontaran dari lava pijar jika masih ada warga yang berada disana. (maf)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Derawan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler