Luar Biasa, PLTS Kilang Dumai Berpotensi Turunkan Emisi 2.052 Ton Per Tahun

Rabu, 06 April 2022 – 16:32 WIB
Pertamina telah mengoperasikan PLTS Kilang Dumai yang berpotensi menurunkan emisi 2.052 ton per tahun. Foto: Dokumentasi Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Transisi energi di internal Pertamina terus bergulir.

Pertamina NRE yang menjadi garda terdepan transisi energi Pertamina telah menyelesaikan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 2 MW di area Kilang Dumai.

BACA JUGA: Masukan Mufti Anam DPR Untuk Pertamina soal Distribusi Solar

PLTS Kilang Dumai menambah daftar kilang Pertamina yang melakukan konversi ke penggunaan energi listrik ramah lingkungan.

Tahun lalu, PLTS dengan kapasitas terpasang 1,34 MW telah beroperasi di area Kilang Cilacap.

BACA JUGA: Kabar Baik dari Pertamina soal BBM Bersubsidi

“Pertamina NRE berkomitmen penuh mewujudkan transisi energi Pertamina," tegas Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi.

Dicky menyampaikan PLTS di Kilang Cilacap sebesar 1,34 MW, Kilang Dumai sebesar 2 MW, dan PLTS di 143 SPBU sebesar lebih 1 MW merupakan langkah awal transisi energi di internal Pertamina.

BACA JUGA: Hebat, Chickin Indonesia, Startup Jebolan Pertamina Masuk Daftar Forbes Under 30

"Potensi PLTS di internal Pertamina cukup besar, mencapai sekitar 500 MW. Dukungan dan kerja sama yang solid di Pertamina Group, kami optimistis dapat mewujudkannya,” ujarnya.

PLTS Kilang Dumai adalah PLTS ground mounted yang dibangun di lahan seluas sekitar 2 hektare dengan sistem on grid dan saat ini menjadi PLTS ground mounted terbesar di Riau.

PLTS Kilang Dumai akan menyuplai listrik ke fasilitas perumahan milik Kilang Dumai.

Perkiraan persentase suplai energi bersih dapat memenuhi sekitar 20-30 persen kebutuhan listrik secara keseluruhan di area tersebut.

Potensi listrik yang diproduksi mencapai 2,5 GWh dalam setahun dan berpotensi menurunkan CO2 sebesar 2.052 ton per tahun.

Potensi penurunan emisi tersebut juga setara dengan penyerapan CO2 oleh 97 ribu pohon dalam setahun.

“Selaras dengan komitmen untuk implementasi ESG, PT Kilang Pertamina Internasional menerapkan berbagai program pendukung, salah satunya adalah dekarbonisasi," kata Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya menambahkan.

Hal tersebut, kata Ifki Sukarya, dijalankan dengan penggunaan PLTS untuk perkantoran dan kompleks pemukiman pekerja di kilang Dumai dan Cilacap.

Pertamina juga berkomitmen penuh mengimplementasikan aspek environment, social and governance (ESG) dalam pengelolaan bisnisnya.

Berkaitan Presidensi G20 Indonesia, Pertamina mengambil peran besar.

Direktur Pertamina Nicke Widyawati didapuk sebagai Chair of Task Force Energy, Sustainability, and Climate (ESC) dari Business 20 (B20), yaitu ruang dialog bisnis internasional yang menjadi bagian dari agenda G20. (mrk/jpnn)

 

 

 


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler