Luncurkan GIB demi Pemerataan Kualitas Pendidikan

Minggu, 28 Oktober 2012 – 19:51 WIB
JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh meluncurkan Gerakan Indonesia Berkibar (GIB) dalam rangka pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. GIB ini merupakan sebuah gerakan nasional yang mengajak peran serta korporasi dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun pendidikan Indonesia.
 
“Atas nama kementrian saya sampaikan penghargaan luar biasa pada Gerakan Indonesia Berkibar,” kata Mohammad Nuh mengawali sambutannya saat meluncurkan GIB di Museum Arsip Nasional, Jakarta, Minggu (28/10). Hadir juga pada kesempatan itu Wakil Menteri Agama, Nassarudin Umar.

Nuh mengakui bahwa pendidikan merupakan persoalan yang kompleks. “Ndak ada ceritanya pendidikan itu yang sederhana, karena di dalamnya ada unsur manusia. Manusia sendiri itu kompleks, apalagi digabung sedemikian banyak manusia, sehingga derajat kompleksitasnya makin tinggi,” ujar Menteri asal Jawa Timur itu.
 
Selain itu, lanjutnya, pendidikan selalu berkaitan dengan masa depan. Karenanya, setiap anak bangsa harus didorong untuk bersekolah dan setiap sekolah ahrus mampu memberikan pendidikan yang baik.

“Sejak awal pemerintah sampaikan, tidak boleh urusan pendidikan dilakukan pemerintah saja. Setiap kali ada partisipasi masyarakat, maka pemerintah sangat senang, dan pemerintah memberi dukungan dan kerjasama seperti dengan  Gerakan Indonesia Berkibar ini,” pungkas Nuh.
 
Pada kesempatan sama, Ketua Umum GIB, Shafiq Pontoh menyatakan bahwa peluncuran GIB sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2012. Tujuannya, untuk mengembalikan semangat perjuangan generasi muda dalam pendidikan Indonesia.
 
“Indonesia Berkibar ini sebuah konektor yang menghubungkan semua kalangan masyarakat untuk membangun pendidikan Indonesia sesuai kapasitas masing-masing. Sejak dicanangkan, GIB sudah mendapat dukungan dari Kemendikbud, tujuh Provinsi serta 19 korporasi yang bersama-sama bergandengan tangan membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.(fat/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 7 Tahun Bangunan SD Tanpa Renovasi

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler