Luncurkan IPEF, Biden Sebut AS Pemimpin Ekonomi Asia-Pasifik

Selasa, 24 Mei 2022 – 23:25 WIB
Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menghadiri acara peluncuran Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) di Izumi Garden Gallery di Tokyo, Jepang, Senin (23/5/2022). Foto: REUTERS/JONATHAN ERNST

jpnn.com, TOKYO - Presiden Amerika Serikat Joe Biden meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) bersama 12 negara mitra tahap awal, termasuk Indonesia.

Dalam pernyataan yang dirilis Selasa, Gedung Putih menyebutkan kerangka kerja itu akan mewujudkan ekonomi yang lebih kuat, lebih adil, lebih tangguh bagi para keluarga, pekerja, dan kalangan pebisnis di AS dan kawasan Indo-Pasifik.

BACA JUGA: 5 Stadion Beratap Penuh Terbesar di Asia-Pasifik, JIS Nangkring di Nomor 1, Wow

“Amerika Serikat adalah kekuatan ekonomi Indo-Pasifik, dan perluasan kepemimpinan ekonomi AS di kawasan ini adalah hal yang baik bagi para pekerja dan kalangan bisnis Amerika, juga bagi masyarakat di kawasan ini,” kata Gedung Putih.

IPEF akan memungkinkan AS dan negara-negara mitra untuk menentukan aturan main yang akan memastikan para pekerja, usaha kecil, serta petani Amerika bisa bersaing di Indo-Pasifik.

BACA JUGA: Xi Jinping Minta Para Taipan Asia-Pasifik Ikut Membangun China

“Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden (Biden), mengatasi inflasi adalah prioritas tertinggi ekonomi, dan kerangka kerja ini akan membantu menurunkan biaya dengan membuat rantai pasokan kita lebih tangguh dalam jangka panjang, melindungi kita dari disrupsi berbiaya tinggi yang mengakibatkan harga lebih mahal di tingkat konsumen,” ujar Gedung Putih.

Investasi langsung AS di kawasan Indo-Pasifik mencapai lebih dari 969 miliar dolar (sekitar Rp 14,21 kuadriliun) pada 2020, dan telah meningkat hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.

BACA JUGA: Menlu Retno Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Aktor Kemanusiaan di Asia-Pasifik

Perdagangan dengan Indo-Pasifik mendukung lebih dari tiga juta lapangan kerja di Amerika dan merupakan sumber investasi asing langsung di AS senilai hampir 900 miliar dolar (sekitar Rp 13,19 kuadriliun).

Dengan jumlah penduduk mencapai 60 persen dari populasi dunia, Indo-Pasifik diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan global selama 30 tahun ke depan.

“Amerika Serikat dan para mitranya di kawasan ini percaya bahwa sebagian besar kesuksesan kami dalam beberapa dekade yang akan datang akan bergantung pada seberapa baik pemerintah memanfaatkan inovasi —terutama transformasi yang akan berlangsung dalam sektor energi bersih, digital, dan teknologi— seraya membentengi ekonomi kita dari berbagai ancaman, dari rantai pasokan yang rapuh, korupsi, hingga suaka pajak. Model peran serta ekonomi masa lalu tidak mengatasi tantangan ini, yang membuat para pekerja, kalangan bisnis, dan konsumen kita menjadi rentan,” kata Gedung Putih.

Kerangka kerja ini akan berfokus pada empat pilar kunci untuk menegakkan komitmen berstandar tinggi yang akan memperdalam peran serta ekonomi di Indo-Pasifik, yaitu ekonomi yang terhubung, ekonomi yang tangguh, ekonomi bersih, dan ekonomi yang adil.

Diumumkan di sela-sela kunjungan Presiden Biden ke Tokyo, IPEF sejauh ini melibatkan 12 negara, yaitu AS, Australia, Brunei Darussalam, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, yang secara keseluruhan mewakili 40 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler