Mabes Polri Diduga 'Diamkan' Laporan PPATK

Sabtu, 11 Agustus 2012 – 01:46 WIB
JAKARTA -- Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan dugaan aliran dana korupsi pengadaan alat simulator SIM. Dana itu mengalir ke salah satu orang di Markas Besar Polri. PPATK memberikan laporan itu kepada Polri pada kisaran tahun 2010-2011 lalu. Namun, pemberian laporan dana  yang berkisar Rp 2 miliar itu tidak secara khusus menyebut terkait dengan kasus simulator.

Saat hal itu dikonfirmasi ke Mabes Polri, Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar membenarkan adanya pemberian beberapa transaksi dari PPATK. Namun, ia menyatakan belum diketahui transaksi mana saja yang terkait dengan kasus korupsi di Korlantas Polri.

"Memang hanya laporan, namun ini pengumpulan informasi juga belum ada ke arah sana. Kalau transaksi mencurigakan itu kan macam-macam, banyak. Ya, transaksi itu belum pasti kategori pelanggaraan pidana, jadi dia informasi awal lah," kata Boy di Jakarta, Jumat (10/8).

Laporan PPATK ini berarti telah mampir lama di meja Bareskrim Polri. Namun, saat ini Polri baru akan menelusuri dugaan transaksi mencurigakan itu. "Ya karena di PPATK itu kan dilimpahkan ke kita ada, tentunya itu nanti akan ditelusuri. Terkait atau tidak. Kalau memang terkait ya bagus, bisa dimanfaatkan dalam rangka pengembangan. Itu harus di kroscek lagi apakah terkait simulator," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, selain memberikan data ini ke Mabes Polri, PPATK juga memberikannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Ketua PPATK, M Yusuf  laporan yang disampaikan PPATK ke KPK itu atas dasar permintaan lembaga tersebut. Pada Mei 2012 lalu KPK pernah meminta PPATK menelusuri transaksi keuangan dalam proyek pengadaan simulator SIM.

Di situ PPATK memberikan temuannya, terdapat transaksi mencurigakan senilai Rp 10 miliar. Data itu diterima KPK dan langsung bersambut dengan penetapan mantan Kepala Korlantas RI Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka.(flo/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Posko THR Kemenakertrans Catat 17 Pengaduan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler