Mafia BBM Langsung Ditahan, Pemilik Masih Berkeliaran

Selasa, 24 Januari 2012 – 08:21 WIB

KENDARI - Satuan Reskrim Polres Kendari mulai tegas. Pelaku penyalahgunaan BBM yang terungkap langsung ditahan. Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Irwan Andi Purnawan mengungkapkan, pihaknya tidak akan tolerir pelaku penyalahgunaan BBM. Jika bukti yang diperoleh cukup kuat, maka pelaku langsung ditahan.
   
"Untuk pengungkapan BBM di Jalan La Ode Hadi (dekat SPBU Tapak Kuda), pelakunya langsung kami tahan. Satu orang yang berhasil tertangkap yakni La Ode Apili yang selama ini menjadi sopir mobil Panther pick-up yang digunakan untuk mengantri dan menimbun BBM," terang Irwan Andi Purnawan.
   
Bagaimana dengan pemiliknya? Irwan Andi berjanji akan mengusut pemilik BBM tersebut. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap nama yang disebut oleh tersangka, yakni H. Andi Yusuf yang berdomisili di Pasar Panjang, Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wuawua. "Kami masih melakukan pendalaman penyidikan," ungkapnya.
   
Seperti  diketahui, Satuan Reskrim Polres Kendari mengungkap pelaku penimbunan BBM di Jalan La Ode Hadi sekitar SPBU Tapak Kuda, Kamis (19/1), sekitar pukul 15.00 wita. Pelaku menimbun BBM pada salah satu kamar kos. Puluhan jerigen dan satu tangki rakitan ditemukan di kamar kos tersebut. BBM yang didapatkan sekitar 210 liter.

Pengungkapan tersebut berawal dari hasil penyelidikan Tim Reskrim Polres Kendari terhadap aktivitas sebuah mobil Panther pick-up bernomor polisi DT 8711 AH di SPBU depan swalayan Rabam. Usut punya usut, ternyata mobil tersebut memiliki tangki rakitan dengan kapasitas 150 liter. Polisi pun mengikuti mobil tersebut hingga terungkap tempatnya menimbun BBM.
   
Saat polisi melakukan penggerebekan, dua pelaku  BBM  berada di gudang penimbunan. Mereka adalah La Ode Apili dan Tolen. Keduanya langsung melompat ke empang untuk melarikan diri. Namun, satu orang diantaranya berhasil di ringkus, yakni La Ode Apili. Sedangkan Tolen berhasil lari. Di gudang penampungan (sebuah kamar  kos) polisi menemukan 27 jerigen berkapasitas  35 liter masih dalam keadaan kosong. Enam jerigen lainnya berisi penuh BBM jenis solar.

Total BBM yang ditemukan sekitar 210 liter. Polisi menyita semua barang bukti tersebut. Selain 27 jerigen kosong, enam jerigen berisi BBM, juga menyita satu tangki rakitan selang dan dua baskom besar. Polisi juga menyita satu unit mobil Panther pick-up yang digunakan pelaku untuk mengantri di SPBU. (aka/awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penyebab Kematian Mayat di RSUD Abepura Misterius


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler