Mahasiswa Bakar Ogoh-ogoh Mendikbud

Rabu, 22 Mei 2013 – 15:42 WIB
Mahasiswa Bakar ogoh-Ogoh Bergambar Mendikbud. Foto: Fathra/JPNN
JAKARTA - Setelah hampir sepekan melakukan aksi dengan membuka tenda di depan gedung Kementerian pendidikan dan kebudayaan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Bersatu (MASSA) membakar ogoh-ogoh Mendikdbud Mohammad Nuh, di depan kantor Kemdikbud.

Aksi ini mereka lakukan karena hingga Rabu (22/5), permintaan untuk bertemu Mendikbud maupun Wamendikbud tidak terpenuhi. Padahal mereka ingin menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pendidikan.

"Ini juga simbol kekecewaan terhadap sistem pendidikan di Indonesia di bawah kepemimpinan M Nuh. Pendidikan itu harus dijadikan investasi sosial, bukan malah jadi komoditas," kata Lamen Hendra selaku humas MASSA ditemui JPNN.COM di sela-sela aksi.

Ditegaskan dia, peran negara terhadap anak-anak bangsa yang tengah menempuh pendidikan harus seperti orangtua yang dengan ikhlas memberikan uang sekolah kepada anaknya.

Namun di sisi lain, yang terjadi adalah komersialisasi pendidikan yang ditandai dengan perubahan status perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi Badan Hukum Milik Negara.

"Inikan sama saja menjadikan kampus sebagai lahan basah bagi bisnis korporasi nasional maupun multinasional, karena semakin tingginya harga pendiidkan yang harus dibayar rakyat," tegasnya.

Di sela-sela aksi tersebut, puluhan mahasiswa yang menggelar aksi dalam suasana hujan deras itu membakar sebuah ogoh-ogoh yang mengenakan setelan jas hitam, sedangkan di bagian kepala terpampang wajah Mendikbud Mohammad Nuh.

Lamen juga menambahkan, yang menjadi tuntutan mereka dalam aksi itu di antaranya menolak Ujian Nasional (UN), menolak kurikulum 2013, menolak komersialisasi pendidikan. Kemudian cabut UU Sisdiknas dan UU perguruan tinggi serta wujudkan demokrasi kampus.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dahlan Minta Bupati Bogor Perhatikan Semua Sekolah

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler