Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan, Ini Langkah Nasir

Kamis, 03 Januari 2019 – 18:21 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, SEMARANG - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memastikan akan menyelidiki kasus dugaan ratusan mahasiswa Indonesia menjalani kerja paksa di Taiwan. Mereka diiming-imingi dapat beasiswa perguruan tinggi di Taiwan. Namun, justru dipekerjakan dengan bayaran yang tidak sesuai.

Fokus utama Kemenristekdikti adalah mencari tahu apakah ada perguruan tinggi (PT) dalam negeri yang terlibat dalam kasus tersebut.

BACA JUGA: Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa 10 Jam Sehari di Taiwan

Informasi awal yang diperoleh, pengiriman ratusan mahasiswa Indonesia ke Taiwan itu tanpa koordinasi dengan Kemenristekdikti. Mereka berangkat lewat jalur ilegal dengan bantuan para calo.

Menurut Nasir, Indonesia memang ada kerja sama pengiriman mahasiswa Indonesia ke Taiwan. Namun, semua ada prosedurnya.

BACA JUGA: Menteri Nasir Dorong Pembangunan Infrastruktur PT Lewat SBSN

"Saya sudah perintahkan ke Dirjen Belmawa (Pembelajaran dan Kemahasiswaan) untuk mencari tahu apa ada PT lokal yang terlibat," ujar Menteri Nasir di sela-sela rapat kerja nasional (Rakernas) Kemenristekdikti 2019 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Kamis (3/1).

Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menambahkan, bila dalam penyelidikan nanti ditemukan ada keterlibatan PT lokal, akan ada pemberian sanksi mulai ringan hingga terberat. Yang terberat jika PT mengirimkan dan membiarkan mahasiswanya terlantar.

BACA JUGA: Mahasiswa Indonesia Boyong 44 Emas di AUG 2018

"Hukuman terberat yang dikenakan adalah penutupan izin operasi perguruan tingginya," tegasnya.

Kepada masyarakat yang ingin kuliah di luar negeri dan mendapatkan beasiswa, Menteri Nasir mengimbau harus hati-hati. Jangan sampai terpedaya dengan rayulan calo.

BACA JUGA: Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa 10 Jam Sehari di Taiwan

"Cari tahu informasinya dulu. Bisa cek di Kemenristekdikti, apakah ada program beasiswa atau tidak. Yang terjadi dengan kasus ratusan mahasiswa Indonesia di Taiwan itukan penipuan. Mereka berangkat sendiri dengan iming-iming diberikan beasiswa di PT ternyata sampai di sana tidak diterima dan akhirnya bekerja di perusahaan," bebernya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perguruan Tinggi tak Bermutu Bakal Dimerger


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler