Perguruan Tinggi tak Bermutu Bakal Dimerger

Selasa, 18 Desember 2018 – 17:39 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir saar menyerahkan SK Universitas Perwira Purbalingga. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Perguruan tinggi (PT) lama yang tidak bermutu akan dimerger. Di sisi lain, pemerintah memberikan kesempatan berdirinya PT baru, asalkan mampu menunjukkan kualitasnya.

"Ke depan, akan tumbuh perguruan tinggi baru. Sebaliknya makin banyak merger perguruan tinggi lama," ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai memberikan SK Universitas Perwira Purbalingga (Unperba) di Kantor Kemenristekdikti, Selasa (18/12).

BACA JUGA: Menteri Nasir: Rektor yang Tidak Laporkan LHKPN Mundur Saja!

Dia menyebutkan, kebijakan tersebut akan bergulir terus sehingga memberikan kesempatan pada PT baru muncul. Namun, perguruan tinggi lama yang tidak bermutu, akan dillakukan merger. Sedangkan yang tidak melakukan pembelajaran dengan baik akan ditutup.

Menteri Nasir membeberkan, ini namanya dinamika pendidikan. Tidak berarti kebijakan merger, tidak boleh mendirikan perguruan tinggi baru. Pemerintah harus memberikan kesempatan pada PT baru bisa muncul. Jangan-jangan PT baru ini lebih baik dari universitas yang sudah ada.

BACA JUGA: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kompeten dan Percaya Diri

"Saya sangat mendukung di semua perguruan tinggi, di mana pun tempatnya, termasuk di Purbalingga ini. Dan atas dukungan anggota DPR RI, untuk mendorong pemerataan pendidikan. Kebetulan kami lakukan survei di sana, ternyata layak untuk mendirikan suatu perguruan tinggi. Sehingga saya minta Dirjen untuk mengecek perlengkapannya. Mereka ternyata melakukan proses yang panjang," paparnya.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan, pendirian Unperba ini melalui proses panjang dari menteri sebelumnya. Dan, berhasil meyakinkan menteri bahwa kampus ini basisnya adalah riset, terutama bidang pertanian. Kebetulan daerahnya mendukung untuk itu.

BACA JUGA: Menteri Nasir: Rektor Tidak Laporkan LHKPN Mundur Saja!

"Ke depan, yang dibutuhkan Indonesia adalah pertanian agar bisa swasembada dan lain sebagainya. Memang titik berat kampus ini pada riset, dan saya berkali-kali meyakinkan Pak Menteri, kami harus wujudkan karena ini untuk kepentingan rakyat," pungkasnya. (esy/jpnn)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Pejabat di 2 PTN Terkenal Ini Paling Malas Laporkan LHKPN


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler