Mahasiswa KKN Ikut Membersihkan Sungai Citarum, Keren!

Kamis, 17 Januari 2019 – 19:21 WIB
Mahasiswa Universitas Budi Luhur melaksanakan KKN. Foto: Humas Universitas Budi Luhur

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Budi Luhur memberangkatkan 952 mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata). KKN angkatan ke-2 ini mengambil tema “Mendidik Generasi Cerdas Berbudi Luhur” , dilaksanakan di 95 lokasi yang tersebar di 6 provinsi.

Rinciannya 33 titik lokasi di 17 kecamatan di wilayah Provinsi DKI Jakarta), 9 titik lokasi di 2 kecamatan di Provinsi Banten, 38 titik lokasi di 11 kecamatan di Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA: Tumbangkan UNJ, UBL Juara LIMA Futsal Jakarta Raya

Selanjutnya, 9 titik lokasi di 3 kecamatan di Provinsi Jawa Tengah;,3 titik lokasi di 1 kecamatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 3 titik lokasi di 2 kecamatan di Provinsi Jambi.

Dari keterangan resmi Humas Universitas Budi Luhur dijelaskan di setiap titik lokasi mahasiswa akan berada di lokasi selama 1 bulan. Dosen Pembimbing Lapangan yang terlibat dalam kegiatan KKN ini berjumlah 35 orang.

BACA JUGA: KLHK Jelaskan Penanganan Pencemaran 3 Sungai Besar

Kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa selama di lapangan antara lain, pertama, program Citarum Harum, yaitu terlibat dalam program pemerintah Jokowi untuk membersihkan Sungai Citarum – sungai terkotor di dunia - yang ditargetkan selesai dalam 7 tahun.

Kedua, membangun 50 panel solar sel di wilayah Karawang, dan 50 panel solar sel di wilayah Pandeglang untuk memberikan penerangan listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati listrik.

BACA JUGA: Aksi Nyata Revolusi Mental Kemenko PMK di DAS Citarum

Ketiga, bekerja sama dengan Yayasan Rimbo Kito untuk “menyapa” Suku Anak Dalam di Kecamatan Tebo, Provinsi Jambi untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada di suku tersebut.

Termasuk di 3 titik lokasi ini, program KKN membangun dan memperkenalkan “jamban” bagi masyarakat yang masih primitif.

Keempat, memperkenalkan Program Bank Sampah di 90 lokasi. Kelima, mewujudkan Rumah Cerdas Berbudi Luhur (rumah baca) di 95 kelurahan. Keenam, membantu masyarakat untuk “melek IT” secara cerdas berbudi luhur.

Pada pelepasan tersebut Direktur Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, DR. Paristiyanti Nurwardani memaparkan bahwa mahasiswa yang melaksanakan KKN akan didesain menjadi seorang pemimpin, baik itu di Indonesia, ASEAN ataupun pemimpin dunia.

“Pada prinsipnya jika kita berbicara tentang KKN, kami sedang mendesain mahasiswa untuk menjadi pemimpin dengan dua kompetensi. Pertama, kompetensi hardskill, diekspresikan melalui transkrip. Yang kedua softskill. Pertama mampu melakukan komunikasi, komunikasi dengan teman yang berbeda jurusan, dan juga masyarakat disana. Kedua, harus mampu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan teman dan DPL.”

Ketiga terkait dengan critical thinking, mahasiswa harus peka terhadap kondisi sosial, peduli terhadap permasalahan masyarakat, dan mahasiswa harus bisa mengidentifikasi masalah serta mencari solusi bersama-sama. Yang terakhir adalah mempelajari tentang writing skill.

“Tidak kalah penting softskill lainnya yakni bertakwa, berakhlak mulia, dan banyak sikap baik lainnya yang dirangkum menjadi berbudi luhur seperti nama universitas in, ” ujar Dr. Paristiyanti Nurwardani.

Dijelaskan, setelah tahun 2018 Kemenristekdikti memberikan hibah untuk program KKN Tematik Citarum Harum, tahun ini Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, memberikan hibah KKN Tematik “Citarum Harum” kepada Universitas Kristen Budi Luhur untuk kedua kalinya.

Program tersebut digelar dalam rangka program Pemerintah Pusat untuk membersihkan Sungai Citarum.

Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc.agr. Didik Sulistyanto menyatakan, “Luar biasa kepercayaan pemerintah kepada Universitas Budi Luhur, sehingga kami terpilih sebagai koordinator sekitar 100 PTS untuk program KKN Citarum Harum.”

Ketua Yayasan Pendidikan Kasih Hanggoro menyatakan mendukung penuh program KKN ini karena tidak saja mendidik mahasiswa Universitas Budi Luhur, tetapi juga mendidik masyarakat dalam berbagai aspek, di berbagai wilayah tanah air.

“Kebersihan berkaitan dengan sampah, kesehatan berkaitan dengan jamban, mendidik masyarakat menggunakan IT secara benar, dan banyak lagi manfaat dari program KKN ini.” (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rayakan Hubungan RI - Jepang, UBL Gelar Festival Manga


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler