Mahasiswa Meninggal Saat Ikut Diksar Menwa, Ada Tanda Kekerasan di Alat Vital

Kamis, 17 Oktober 2019 – 19:05 WIB
Ayah korban (baju putih) saat akan membawa jenazah dari RS Bhayangkara. Foto: Wely/sumeks.co

Muhammad Akbar, 19, mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, meninggal dunia saat mengikuti pra-pendidikan dasar (diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa).

Pra-Diksar tersebut diketahui berlangsung di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10).

BACA JUGA: Seminggu Diburu Polisi, Putri Mantan Ketua Partai Itu Akhirnya Ditangkap di Jakarta

Komandan Resimen Mahasiswa Sumsel Rano Karno mengungkapkan bila pra-diksar ini diikuti dari UMP dan Unitas Palembang.

“Pelaksana pra-diksar ini dari UM, karena dari Unitas hanya 4 orang jadi ikut gabung dengan UMP. Ini hanya sifat sosial dan pengenalan menwa berlokasi di Desa Tanjung Senai Ogan Ilir,” ujarnya.

BACA JUGA: Kabar Gembira Buat Guru Honorer dari Mendikbud

Pra-diksar ini, dilaksanakan selama satu pekan di Ogan Ilir untuk pengenalan mengenai Menwa.

“Hanya sosialisasi, tidak ada kekerasan,” katanya.

BACA JUGA: Erick Thohir Bicara Soal Menteri Jokowi-Ma’ruf, Simak nih Pernyataannya

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dr Indra mengatakan hasil pemeriksaan luar mereka menemukan adanya tanda kekerasan benda tumpul di alat vital korban.

BACA JUGA: Aboe Bakar Ungkap Alasan PKS Roadshow ke Semua Fraksi di DPR

"Ditemukan tanda kekerasan di alat vital. Dugaannya hal itu yang menyebabkan korban tewas," ujar dia. (wly)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler