Mahasiswi Jadi Muncikari, Pemilik Online Shop Ikut Jual Diri

Rabu, 16 Januari 2019 – 10:11 WIB
Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan mahasiswi berinisial GD sebagai muncikari. Foto: Prokal/JPNN

jpnn.com, SAMARINDA - Mahasiswi berinisial GDR yang menjadi muncikari dalam prostitusi online di Samarinda, Kalimantan Timur, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia sudah ditangkap Unit Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda di sebuah hotel di Jalan S Parman, Jumat (11/1)

BACA JUGA: Cita Citata: Aku Sering Ditanya Semalam Berapa

GDR tidak ditangkap seorang diri. Polisi juga menangkap dua anak buah GDR, yakni GA dan RD.

GA dan RD diciduk di dua hotel berbeda ketika sedang berduaan dengan pria hidung belang.

BACA JUGA: Begini Proses Transaksi Jasa Kencan dengan Vanessa Angel

Polisi harus menyamar terlebih dahulu untuk membongkar prostitusi online itu.

Petugas memesan wanita kepada GDR. Sebelumnya, petugas mendapat informasi dari pria hidung belang yang pernah memanfaatkan jasa GDR.

BACA JUGA: Cita Citata Sering Ditawari Prostitusi Online

Berdasarkan hasil pemeriksaan terungkap bahwa GDR memiliki lebih dari lima anak buah yang dijual kepada pria hidung belang.

Semua anak buah GDR merupakan teman kongko. GDR mematok tarif Rp 1 juta untuk setiap transaksi.

Nominal itu di luar biaya sewa kamar hotel. Wanita 28 tahun asal Bontang itu sudah menjalani peran sebagai muncikari sejak 2016.

Dia selalu menggunakan WhatsApp untuk menjalankan bisnis haramnya.

"Awalnya sulit untuk membujuk pelaku (GDR) agar mau menawarkan anak buahnya kepada kami. Namun, kami terus coba dan akhirnya pelaku pun mengirimkan dua foto anak buahnya yang bisa diajak kencan," beber Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono sebagaimana dilansir laman Prokal, Rabu (16/1).

Dia menambahkan, petugas sempat menawar tarif di bawah Rp 1 juta. Akan tetapi, GDR menolak.

"Kami pun buat kesepakatan bertemu. Setelah pelaku beserta anak buahnya masuk dalam perangkap, mereka langsung kami tangkap," ujar Sudarsono.

Di sisi lain, GDR menampik tuduhan dirinya menjual teman-temannya ke pria hidung belang.

"Saya tidak memaksa. Saya cuma tawarkan kalau mereka (anak buah) mau. Saya tidak minta. Namun, kadang dikasih Rp 200 ribu. Terkadang juga cuma diajak makan," ucap GDR.

Anak buah GDR tidak ada yang berstatus menikah. Mereka masih lajang.

Namun, beberapa di antara mereka memiliki usaha. Misalnya, online shop.

"Kami hanya sering ngumpul. Kalau ada yang cari, baru saya tawarkan ke mereka," ujar GDR. (oke/beb)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ramai Prostitusi Online, Begini kata Kezia Waraow


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler