Mahfud MD Diusulkan Jadi Pendamping Anies, Irwan: Beliau Bagian Rezim Berkuasa

Rabu, 12 April 2023 – 10:26 WIB
Politikus Demokrat Irwan Fecho tanggapi usulan duet Anies-Mahfud MD.. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Irwan Fecho menanggapi pernyataan pengamat politik Didik J Rachbini yang mengusulkan Menko Polhukam Mahfud MD menjadi alternatif pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Irwan pun menyinggung salah satu poin piagam Koalisi Perubahan bahwa Partai Demokrat telah memberi mandat kepada capres untuk memilih calon pasangannya.

BACA JUGA: Konon Inilah Alasan Elektabilitas Prabowo Mengungguli Ganjar dan Anies, Oh

"Terkait usulan Anies - Mahfud, jika saya ditanya apakah Demokrat mempertimbangkan pasangan itu? Tentu tegas saya katakan bahwa memikirkannya saja tidak," kata Irwan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (12/4).

Ketua DPD Demokrat Kaltim itu mengatakan parpolnya juga punya usulan terkait calon wakil presiden (cawapres) pendamping eks gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

BACA JUGA: Begini Reaksi Prabowo Subianto soal Sandiaga Pindah Partai ke PPP

"Kami menawarkan Ketum AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) untuk menjadi pendamping Mas Anies Baswedan," ucapnya.

Menurut legislator Senayan itu, Mahfud tidak cocok jadi pendamping Anies karena bukan simbol perubahan.

BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi Versi LSI, Muzani Berkomentar Begini

"Beliau itu (Mahfud, red) bagian dari rezim berkuasa saat ini, bukan kader partai Koalisi Perubahan dan persatuan dan yang pasti visinya tidak sama dengan Anies Baswedan dan Partai Demokrat," tutur Irwan.

Selain itu, kata Irwan, kriteria cawapres di piagam Koalisi Perubahan juga sudah jelas, antara lain memiliki kontribusi signifikan pada pemenangan, bisa memperkuat barisan koalisi perubahan.

Lalu, memiliki kapasitas dalam membantu jalannya pemerintahan dengan efektif, punya visi yang sama dengan Capres, serta mampu membangun kerja sama tim sebagai dwi tunggal.

"Nah kelimanya tidak ada yang masuk dengan Pak Mahfud, sehingga saya yakin sekali nama beliau tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh pak Anies Baswedan juga Partai Demokrat," ujar Irwan.(fat/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler