Mahfud MD: Saya Juga Bisa Membuat Survei Sendiri

Selasa, 25 Februari 2020 – 10:12 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto: Fathan Sinaga/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Indo Barometer menempatkan Mahfud MD di posisi kedua menteri di Kabinet Indonesia Maju yang memiliki elektabilitas tertinggi sebagai capres pada Pilpres 2024.

Elektabilitas pria yang menduduki kursi Menko Polhukam itu mencapai 6,9 persen.

BACA JUGA: Bamsoet Tagih Penjelasan Mahfud MD

Posisi Mahfud masih di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang berada di urutan pertama, yang meraih 43,1 persen.

Menanggapi hasil survei itu, Mahfud MD mengatakan, masih terlalu prematur bicara soal Pilpres 2024.

BACA JUGA: Survei: Anies Baswedan Lawan Terberat Prabowo Subianto di Pilpres 2024

"Kalau hasil survei, itu saya enggak begitu tertarik ya untuk membahasnya. Kan survei itu macam-macam juga ya. Saya bisa membuat survei juga, sendiri. Bagi saya, survei-survei itu apalagi sekarang, terlalu prematur gitu," kata Mahfud, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (24/2).

Menurut dia, hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei saat ini tak perlu dianggap serius.

BACA JUGA: Ahok Masih Berpeluang Maju di Pilpres 2024, Asalkan...

"Ada orang lain buat survei, hasilnya begini yang lain lagi begini, itu kadang kala survei itu untuk hiburan saja, bukan untuk diseriusi," ucap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Mengenai hasil survei Indo Barometer yang menempatkan dirinya berada di urutan nomor 2 di bawah Prabowo Subianto, Mahfud tak mau memikirkannya.

"Saya tidak tahu sebenarnya saya ini masuk di rangking berapa, bahkan masuk atau tidak pun, saya tidak tahu. Karena saya tidak ingin tahu juga. Saya pun tak tertarik untuk membahasnya," tuturnya.

Mahfud pun menganggap hasil survei itu sebagai hiburan semata.

"Soal survei bisa jadi hiburan, kadang kala. Tetapi saya tidak ingin mendalaminya, menganalisis, ini kok angkanya begini, kadang kala jadi hiburan, iya juga," ujar Mahfud.

Mahfud menambahkan, dirinya hanya ingin fokus saja dengan jabatannya saat ini dan bekerja sebaik mungkin.

"Yang penting tugas saya itu, tugas yang diberikan oleh Presiden di bidang penegakan hukum yang ternyata tidak mudah, tetapi harus dihadapi. Penuntasan kasus-kasus HAM dan pemberantasan korupsi dapat diselesaikan," ucap Mahfud. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler