Piala Asia 2023

Mahfud Mundur Karena Mengedepankan Etika

Jumat, 02 Februari 2024 – 03:39 WIB
Mahfud MD. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Mahfud MD resmi mengundurkan diri dari jabatan  Menkopolhukam pada Kamis (1/2/2024).

Wakil Ketua TPN Ammarsjah Purba menyambut baik keputusan Cawapres 03 tersebut.

BACA JUGA: Mahfud Mundur dari Menko Polhukam, Usman Hamid: Mengobati Kekeringan Etika

“TPN menyambut baik keputusan Prof Mahfud tersebut, sehingga beliau bisa fokus bahu-membahu bersama Mas Ganjar, dalam ikhtiar memenangkan Pilpres 2024, agar Indonesia mimiliki pemimpin baru yang bisa memenuhi harapan rakyat banyak,” ujarnya.

Mahfud mundur karena lebih mengedepankan etika. Memang tersedia regulasi, bahwa seorang menteri boleh berkampanye, bahkan maju sebagai capres atau cawapres, dengan mengajukan cuti sementara.

BACA JUGA: Mundur dari Menko Polhukam karena Etika, Mahfud Ogah Bahas Menteri Jadi Capres

“Tidak semua perilaku politik pejabat atau seseorang diatur undang-undang, dalam konteks ini Prof Mahfud lebih menjunjung tinggi etika dan nilai kepatutan, itu sebabnya beliau memilih mundur ketimbang mengambil kesempatan cuti, meskipun ada ruang untuk itu,” ujar Ammar.

Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi langkah mundur pasangannya itu.

Mas Ganjar berharap keputusan Mahfud menjadi rujukan bagi pejabat publik yang lain untuk menghindari potensi konflik.

“Langkah yang dipilih Prof Mahfud, bisa dibaca sebagai catatan kritis bagi menteri yang telibat langsung dalam kontestasi Pemilu 2024, dengan menjadi tim sukses salah satu pasangan, tetapi tidak mundur dengan berdalih ada regulasi yang memungkinkan untuk tetap menjabat,” tegas Ammar.

Partai-partai pendukung dan TPN sangat menghargai keberanian moral Mahfud MD, yang tidak silau atas jabatan, bahwa kekuasaan atau jabatan bersifat sementara, dan semuanya amanah dari rakyat.

“Prof Mahfud sendiri berharap, mundurnya beliau bisa menjadi jaminan moral dan intelektual, agar pilpres berjalan adil dan jujur, bahwa Prof Mahfud sangat menghindari konflik kepentingan dan intervensi politik,” tambah Ammar.

Bagi TPN dan elemen relawan lainnya, bebasnya Mahfud MID dari jabatan negara, berhasil memberikan energi tambahan dan spirit baru untuk bersiap menghadapi putaran kedua pilpres.

“Mundurnya Prof Mahfud adalah sebuah berkah, kita semakin powerful menyongsong putaran kedua pilpres, yang bisa dibuktikan dengan fakta di lapangan, militansi rekan-rekan relawan dalam mendukung kemenangan Mas Ganjar dan Prof Mahfud.

Masa depan demokrasi Indonesia sedang menghadapi ancaman serius, karena telah dirusak sendiri oleh penguasa, yang masih memiliki angan-angan politik dinasti.

“Saya pribadi sebagai bagian dari generasi aktivis mahasiswa era 1980-an, Pemilu dan Pilpres kali ini ibarat the last battle, pertaruhan terakhir, apakah kita diam saja, ketika demokrasi yang kita perjuangkan berdarah-darah sejak rezim Soeharto, saat ini justru sedang diinjak-injak oleh rezim yang sedang berkuasa,” ujar Ammar menutup keterangannya.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler