Mahyudin Rela Jual Tanah buat Nyalon Ketum Golkar

Senin, 25 April 2016 – 05:36 WIB
Mahyudin. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin sudah membulatkan tekad untuk mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar di Munaslub 25-27 Mei mendatang.

Selain telah membangun koalisi dengan tiga kandidat lain, dia juga  siap penuhi persyaratan yang ditetapkan panitia penyelenggara.

BACA JUGA: Cucu Soekarno: Jangan Sekadar Parade Perempuan Berkebaya

Alhasil, Wakil Ketua MPR RI itu harus rela menjual tanahnya di kawasan Tabanan, Bali. "Demi memenuhi syarat itu, saya selaku caketum (bakal calon ketua umum) berpikir untuk bertemu seseorang dan menjual tanah yang berada di wilayah Tabanan, Provinsi Bali," kata Mahyudin dilansir INDOPOS (Jawa Pos Group), Minggu (24/4).

Dia mengganggap, sumbangan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara bagi caketum Golkar Rp 5-10 miliar itu terlalu besar. Bahkan, sebenarnya hal itu justru bisa merusak citra Golkar. Memang itu bukan iuran tapi sumbangan.

BACA JUGA: PSI Fokus Gaet Anak Muda, Manfaatkan Medsos

"Tapi kalau bisa mestinya disederhanakan lagi. Melihat bobot acaranya, kalau membutuhkan dana Rp 85 miliar itu ya tidak apa-apa. Kalau bisa ya turun lagi, tidak sebesar itu," ujar pria yang menjabat Wakil Ketua MPR RI itu.

Mahyudin mengaku, dirinya sanggup untuk menyumbang sebesar Rp 1-3 miliar. Namun, dia menolak bila sumbangan itu dianggap mahar politik. "Bukan mahar politik tapi uang sumbangan,"  tandasnya.

BACA JUGA: Jonan Ingin Pemuda Kristen Tingkatkan Pengabdian

Caketum Partai Golkar lainnya Airlangga Hartarto menyatakan, langkah Mahyudin selaku koleganya telah mantap. Pasalnya, mereka telah menjalin koalisi. Bentuk koalisi yang dibangun dirinya dengan Syahrul Yasin Limpo, Aziz Syamsuddin dan Mahyudin berupa koalisi penggalangan dukungan.

Misalnya, satu di antara empat ini akan terpilih sebagai ketua umum, maka mereka secara bersama-sama menggalang dukungan dalam membesarkan partai, sehingga partai tidak lagi terpecah belah. (aen/yuz/jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bu Rini Ada yang Desak Mundur Lagi Nih..


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler