Makna di Balik Aksi Gatot Cium Tangan SBY

Senin, 04 Juni 2018 – 14:55 WIB
Gatot Nurmantyo (tengah). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Ada makna di balik aksi mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Momen itu terekam saat keduanya bertemu saat acara buka bersama yang digelar mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, di kediamannya, Sabtu (2/6).

BACA JUGA: Gatot Pernah jadi Binaan SBY, Wajar Cium Tangan

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menyebut setidaknya ada dua makna di balik momen itu. Pertama, simbol junior dan senior.

"Yang mencium posisikan dirinya lebih junior atau lebih rendah, yang bersedia dicium posisinya kan lebih tinggi atau lebih senior. Relasinya adalah Nurmantyo posisi junior dan SBY adalah seniornya," ujar Emrus kepada RMOL (Jawa Pos Group), Senin (4/6).

BACA JUGA: Aksi Gatot Cium Tangan SBY, Demi Tiket Pilpres?

Dengan kata lain cium tangan itu hal biasa dilakukan Gatot jika bertemu yang lebih senior.

Namun ia sangsi Gatot tidak punya kepentingan apapun di balik sikapnya itu. "Artinya yang mencium tangan ada sesuatu yang diinginkan," jelasnya.

Terlebih di tahun politik seperti sekarang dan Demokrat sendiri sejauh ini belum menunjukkan sinyal dukungan di Pemilihan Presiden 2019 nanti.

"Karena tidak mungkin dia mencium tangan kalau tidak ada sesuatu yang diperoleh dari orang yang dicium tangannya. Andaikan kalau ketemu biasa paling hanya salam komando karena sesama dari militer itu biasa, meski sudah pensiun, misal angkat tangan atau topi biasanya sambil bilang 'siap komandan'," tambah Emrus.

Emrus juga mengatakan wajar bila momen aksi Gatot cium tangan SBY menjadi pembicaraan politik secara tidak langsung.

"Ya kalau ada unsur politik bisa dimasukkan, tapi saya lebih lihat ini adalah komunikasi antara senior ke junior, terutama mereka berdua berlatar belakang militer," tutup Emrus. (wid/rmol/jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler