Malaria Serang Manokwari

Rabu, 18 April 2012 – 03:49 WIB

MANOKWARI - Tiga bulan terakhir (Januari-Maret), berdasarkan medical record di RSUD Manokwari, sebanyak 429 pasien terserang penyakit malaria. Meski tidak ada korban jiwa, namun jenis penyakit ini, perlu diwaspadai oleh masyarakat. Tingginya angka ini, setelah dibandingkan dengan jenis penyakit lainnya seperti, infeksi saluran pernapasan (ispa) dan bronchitis akut yang juga cukup banyak menyerang warga Manokwari.

“Memang berdasarkan catatan tersebut, meninggalnya pasien karena serangan malaria, belum ada saat ini di Manokwari. Pasien yang meninggalkan lebih disebabkan karena komplikasi akibat penyakit malaria dengan penyakit lainnya yang diderita oleh pasien. Karena pasien yang datang dengan penyakit malaria, langsung diberikan penanganan medis untuk mencegah agar penyakit tersebut tidak menyerang pasien lebih lama,” ujar salah satu petugas medical record di RSUD Manokwari yang enggan namanya dipublikasikan.

Sementara pada tahun 2011 lalu, penyakit malaria telah menyerang 3.814 warga Manokwari. Dari 3.814 warga yang terserang penyakit malaria itu, terbagi dalam 3 kategori yakni Malaria Tersiana sebanyak 1.948 orang, Malaria Tropika sebanyak 926 dan Malaria Klinis sebanyak 936.

Sedangkan jenis penyakit lainnya yang menyerang warga Manokwari selama tahun 2011 lalu, Ispa sebanyak 2.253 orang, TB Paru, 1.549, Bronchitis Akut 1.045, cedara jaringan 757, Hipertensi 555, gastritis 492 dan infeksi saluran kencing sebanyak 453 pasien.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring mengakui, tingginya angka penyakit malaria yang diderita oleh warga Manokwari. “Kalau untuk demam berdarah, saat ini belum ditemukan di Manokwari. Memang sebelumnya ada, yakni satu warga yang meninggal di RS AL, tetapi itu sudah kita lakukan tindakan pencegahan di daerah di mana pasien tersebut berada,” ujarnya singkat kepada wartawan belum lama ini di Kantor Bupati Manokwari.

Kepala Dinas Kesehatan, Otto Parorongan, yang dikonfirmasi belum lama ini pun menyebutkan, tingginya angka penyakit malaria yang diderita oleh warga Papua Barat, lebih disebabkan karena wilayah Papua secara keseluruhan merupakan wilayah endemic, pengembanganbiakan nyamuk.

‘’Untuk itu, sejauh ini kita sudah melakukan antisipasi terhadap kondisi ini, yakni dengan menyediakan kelambu, tindakan pemberantasan jentik nyamuk dengan 3M plus, pendidikan pola hidup sehat dan tindakan antisipasi lainnya,” tegasnya saat ditemui wartawan belum lama ini di ruang kerjanya.

Dia juga menambahkan, untuk pencegahan penyebaran kasus demam berdarah yang menyebabkan satu orang meninggal belum lama ini, sudah dilakukan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari. “Kita sudah melakukan fogging di sekitar wilayah Aston Niu Hotel, tempat tinggal korban dan wilayah sekitarnya,” katanya singkat.

Dia berharap, masyarakat di wilayah Papua Barat seluruhnya, dapat menjaga kebersihan, baik itu kebersihan dirinya, rumahnya dan lingkungannya, dimana dia berada, sehingga tidak terserang berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit malaria dan demam berdarah. (lm)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mestinya Didukung, Bukan Dihalangi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler